Tips Sukses Mengembangkan Usaha Jahit Rumahan

Tips Sukses Mengembangkan Usaha Jahit Rumahan – Punya hobi menjahit dan tertarik menjadikannya sebagai sumber pemasukan?

Ini bukan hal mustahil untuk diwujudkan.

Soalnya, nih, pakaian adalah kebutuhan premier yang selalu dibutuhkan tiap orang.

Namun, hobi saja tidak cukup jika kamu mau mengembangkan usaha jahit rumahan.

Berikut sejumlah cara agar usaha kamu dapat memberikan pemasukan yang stabil dan terus diminati konsumen.

1. Tingkatkan kemampuan menjahit

Sebagai langkah awal, pastikan kalau kamu mampu menjahit dengan baik sehingga menghasilkan pakaian yang berkualitas.

Jika ada benang yang berantakan atau pakaian terasa tidak nyaman dipakai, konsumen tidak akan kembali ketika mereka butuh menjahit baju baru.

Merasa kemampuan menjahit kamu masih terbatas?

Ambil kursus di sekolah menjahit terbaik di kota kamu agar hasilnya tidak mengecewakan pelanggan.

Yang nggak kalah pentingnya, perluas pengetahuan kamu tentang tren pakaian terkini.

Jadi ketika ada seseorang memesan pakaian dengan model tertentu, kamu pun tahu harus membuat jenis pakaian seperti apa.

Baca Juga: 4 Tips Supaya Bisa Promosi Tanpa Keluar Biaya

Kamu bisa memperkaya pengetahuan kamu mengenai tren berbusana di YouTube, situs maupun website fashion.

Dengan kemampuan menjahit yang maksimal, plus wawasan tren yang luas, kamu akan jadi lebih kreatif dalam berkarya.


2. Perhitungkan modal

Bisa dibilang usaha jahit rumahan merupakan salah satu usaha yang paling minim modal.

Soalnya, nih, kamu tidak perlu sewa tempat alias cukup memanfaatkan sudut rumah untuk bekerja.

Mengenai tenaga kerja, di awal usaha kamu bisa bekerja sendiri.

Namun ketika usaha makin berkembang dan pesanan makin banyak, kamu bisa menambah satu atau dua pegawai sehingga gaji mereka pun patut diperhitungkan ke dalam bujet operasional.

Sebagai langkah awal, modal yang perlu kamu persiapkan adalah mesin jahit, mesin obras, dan aneka peralatan menjahit seperti gunting (baik gunting kain maupun kertas), benang (jahit maupun obras), jarum jahit, resleting, kancing, alat ukur badan, hingga penggaris khusus menjahit.

Baca Juga: Masih Penting, 5 Alasan Bisnis Harus Membuat Facebook Fanpage

Jumlah modal ini tergantung pada mesin jahit dan obras yang kamu pilih karena mereka memiliki harga berbeda-beda.

Bila bujet terbatas, kamu bisa skip mesin obras atau beli mesin jahit bekas (mulai dari harga Rp500,000).

Namun risikonya, kamu harus membawa jahitan ke tukang obras tiap kali menerima orderan jahit.

Selain itu, perhitungkan juga biaya pemasaran dan promosi yang diperlukan, baik promosi secara offline maupun online.

Butuh tambahan modal?

Kamu bisa memperoleh dana pinjaman non-bank hingga Rp2 miliar dari KoinWorks melalui KoinBIsnis, lho.

Selain itu, bunga yang ditawarkan per bulannya juga rendah—mulai dari 0,75% per bulan.

Tertarik? Segera ajukan di sini.


3. Bangun relasi

Ketika kamu sudah memiliki skill menjahit dan modal yang cukup, saatnya kamu membangun relasi agar orang-orang tahu tentang usaha kamu.

Artinya, kamu harus lebih aktif ‘menyapa’ para kenalan—mulai dari tetangga, teman, mantan rekan kerja, hingga saudara.

Alternatif lainnya, lebih aktif mengikuti berbagai kegiatan seperti arisan, acara komplek rumah, hingga acara sekolah anak atau keponakan.

Begitu bertemu kenalan, kamu bisa membagikan brosur tentang usaha kamu—lengkap dengan nomor kontak dan alamat usaha kamu.

Atau, bisa juga kamu mengirimkan informasi usaha kamu melalui aplikasi messager yang ada di ponsel kamu.


4. Promosi di media sosial

Membentuk akun di media sosial juga penting untuk mengembangkan usaha jahit rumahan kamu.

Di akun media sosial tersebut, kamu bisa memuat beragam konten, mulai dari mengenalkan usaha kamu, memaparkan informasi umum tentang pakaian dan jahit-menjahit, hingga memberikan promo tertentu—misalnya free biaya jahit satu pakaian bagi tiga followers beruntung.

Baca Juga: Ketahui Hal Ini, Sebelum Menggunakan TikTok untuk Promosi Bisnis

Apakah tidak rugi membebaskan biaya jahit?

Mungkin kamu merasa rugi, namun ini merupakan bagian dari strategi marketing agar orang lebih familiar dengan usaha kamu.

Jadi, ajang jahit gratis ini juga harus dimasukkan ke dalam bujet pemasaran dan promosi.

Tentunya, nih, di media sosial ini kamu juga bisa memajang hasil-hasil jahitan yang dipesan oleh konsumen kamu.

Tiap kali menerima pesanan, tanyakan kepada konsumen apakah mereka keberatan jika hasil jahitan nantinya dimuat di media sosial kamu—kalau perlu izin untuk tag mereka.

Selama mereka puas dengan hasilnya, mereka akan mengizinkan—bahkan bukan nggak mungkin mempromosikan usaha kamu kepada kenalan mereka.


5. Penuhi deadline

Tidak hanya wartawan yang perlu memenuhi deadline, tapi juga penjahit.

Ketika pelanggan meminta jahitan siap dalam tiga hari, begitu menyanggupi, artinya kamu harus benar-benar menyelesaikannya dalam kurun waktu tersebut.

Jika terlambat, reputasi kamu terancam dan pelanggan akan komplain.

Lebih baik, nih, kamu jujur sejak awal jika merasa tidak sanggup dan bertanya apakah konsumen keberatan jika jahitannya selesai lebih lama.

Tentunya, jelaskan alasannya agar konsumen tidak mengira kamu malas atau lamban.

Mereka akan mengerti, kok, jika kamu mengungkapkan alasan jelas, misalnya sedang banyak pesanan.

Usaha kamu akan makin berkembang jika komunikasi kamu dan pelanggan lancar.

Sudah siap menerima pesanan jahitan?

Selain lima cara tadi, kamu juga bisa bergabung dengan program #LokalSupportLokal dari KoinWorks untuk mengembangkan bisnis kamu.

Program ini mempromosikan usaha kamu secara lengkap di microsite ini dan juga melalui Instagram dan Twitter resmi KoinWorks.

Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, segera bergabung di sini.