5 Langkah Memulai Usaha Fried Chicken Anti Gagal

Jangan asal goreng, memulai usaha ayam fried chicken ternyata butuh persiapan strategi yang matang agar tidak kalah di pasaran.

Kalau kamu cek menu makanan di aplikasi pesan-antar seperti GrabFood atau GoFood, menu olahan ayam goreng banyak sekali variasinya.

Mulai dari fried chicken ala Kentucky, ayam goreng gochujang dan madu ala Korea, fried chicken ala Taiwan dengan kriuk khasnya, hingga ayam goreng geprek khas Yogyakarta.

Ukuran dan bentuknya pun bermacam-macam.

Ada yang menjual satu basket isi sayap ayam saja, ayam goreng dengan ukuran sebesar jari, bola-bola ayam goreng, sampai fillet dada ayam goreng ukuran besar.

Well, usaha fried chicken memang seakan tidak ada matinya.

Selain tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam untuk modal awal, kamu juga tidak memerlukan keahlian khusus untuk memasak ayam.

Berbeda dengan daging sapi yang harus kamu pelajari betul mulai dari jenis hingga tingkat kematangan yang tepat agar daging tidak alot.

Bahan baku ayam sangat mudah didapat dan diolah sehingga cocok untuk pebisnis pemula.

Berikut adalah langkah-langkah agar usaha ayam fried chicken kamu laris manis.


1. Menentukan Konsep Usaha Fried Chicken

Sebelum memulai, tentukan dulu lokasi dan target konsumenmu. Misal di tempat yang banyak mahasiswa, membuka warung ayam geprek dengan harga murah tentu lebih menarik pengunjung daripada membuka restoran ayam.

Jika modal terbatas dan tidak ingin ribet, kamu bisa menjual ayam goreng melalui gerobak. Tanpa harus mengulek sambal, menyiapkan minuman dan hanya melayani pesanan take-away.

Untuk konsep usaha ayam fried chicken premium dengan harga per porsi kisaran 50 ribu rupiah, kamu bisa membuka restoran untuk family.

Biasanya menu olahan ayam yang disajikan pun lebih beragam seperti cordon blu atau steak dengan saus jamur.

Belum menu lain seperti minuman dan pencuci mulut. Tentu butuh keahlian dan budget khusus untuk menyajikan hidangan ayam goreng premium.

Dengan kecanggihan teknologi, kamu juga bisa memulai usaha rumahan ayam fried chicken dari dapur pribadi. Nah, untuk ini kamu harus pintar membuat strategi pemasaran online agar jualanmu laris manis.

2. Memiliki Sistem Operasional yang Rapi

Ayam goreng adalah salah satu makanan fast food paling populer dan dicari di seluruh dunia.

Tak heran jika gerai McD dan KFC tak pernah sepi dari pelanggan, terutama anak muda yang membutuhkan makanan tanpa berlama-lama menunggu.

Ayam goreng juga merupakan sajian yang tetap enak meski tidak disajikan saat itu juga.

Saat rasa renyahnya berkurang, kamu pun bisa menhangatkannya kembali dengan mudah.

Praktis, cepat, enak. Memulai usaha ayam fried chicken tentu harus mempertimbangkan hal tersebut.

Pastikan kamu memiliki sistem operasional yang rapi, standar kebersihan yang oke, serta order flow yang cepat.

Siapkan jauh-jauh hari jika kamu membutuhkan sistem pre-order, layanan pesan-antar, atau skema antrian agar pelanggan tidak menumpuk.

3. Sediakan Budget untuk Pemasaran Online

Buatlah akun media sosial untuk menyampaikan promosi, menu, gagasan, dokumentasi di warung/restoran, serta sarana berinteraksi dengan pelanggan.

Hal ini penting agar kamu bisa belajar dari feedback konsumen.

Selain itu, saat membuat menu paket atau promo terbatas, kamu bisa segera mempromosikannya sesuai periode yang sudah kamu jadwalkan.

Media sosial yang cantik juga akan memperkuat branding usaha ayam fried chicken. Pilihlah logo yang sesuai dengan menu andalanmu.

Misalnya logo ayam kepedasan karena menjual ayam geprek dengan level cabai tinggi.

Kamu juga bisa menarik minat pengunjung dengan mengadakan serangkaian giveaway atau kompetisi foto/video.

Berapa Modal Usaha Ayam Fried Chicken?

Berikut adalah analisis sederhana modal usaha jualan fried chicken di luar biaya sewa tempat selama sebulan.

Perlengkapan:

Barang Jumlah Estimasi harga
Etalase/gerobak 1 unit Rp 2.500.000
Mesin penggorengan 1 unit Rp 2.000.000
Tirisan 1 unit Rp 70.000
Baskom 3 unit Rp 120.000
Talenan 1 unit Rp 40.000
Pisau 1 unit Rp 50.000
Cupit makanan 1 unit Rp 20.000
Mangkuk dan alat makan 20 set Rp 400,000
Bungkus makanan 3.000 set Rp 1.500.000
Banner 1 unit Rp 100.000
Meja 3 unit Rp 750.000
Kursi 12 unit Rp 800.000
Total biaya perlengkapan Rp 8.350.000

Di luar itu, kamu membutuhkan biaya variabel untuk bahan makanan seperti ayam, tepung terigu, bumbu, sambal, cabai jika ingin membuat sambal ulek, minyak goreng, gas, listrik dan lain-lain. Jika ditotal selama sebulan, biayanya sekitar Rp 10.000.000.

Skema di atas masih di luar biaya sewa tempat dan gaji karyawan. Setidaknya, kamu bisa memulai usaha ayam fried chicken dengan modal di bawah 20 juta.

Jika kamu masih memiliki keterbatasan modal, jangan khawatir!

KoinWorks melalui KoinBisnis bisa memberikan pinjaman modal usaha untuk kamu sampai dengan Rp. 2 miliar rupiah dengan bunga pinjaman yang rendah yaitu mulai dari 0,75% per bulan.

Tunggu apa lagi? Yuk, mulai usaha kamu bersama KoinWorks sekarang!