4 Tips Memulai Usaha Bubur Ayam

4 Tips Memulai Usaha Bubur Ayam – Membuka usaha bubur ayam bisa menjadi salah satu peluang bisnis menjanjikan untuk pemula.

Bubur ayam adalah santapan lezat yang teknik memakannya masih jadi perdebatan seru di media sosial.

Mulai dari debat ringan hingga berujung argumentasi sengit yang tak pernah bosan diangkat sebagai konten.

Hm, selagi orang masih meributkan cara memakan bubur ayam, entah diaduk atau tidak, maka pamor kuliner satu ini nampaknya tidak akan surut.

Baca Juga: 7 Inspirasi Makanan Khas Daerah Untuk Usaha Kuliner

Lantas bagaimana memulai usaha bubur ayam? Tentunya selain harus paham cara membuat bubur ayam yang layak jual, kamu juga wajib membuat perencanaan yang matang.

Mulai dari biaya bahan baku, biaya operasional, teknik penjualan, hingga bagaimana bersaing dengan kompetitor.


Berapa Modal Awal Usaha Bubur Ayam?

Dibutuhkan kurang dari 10 juta untuk memulai bisnis bermodal kecil ini, apalagi jika masih skala rumahan yang tidak memerlukan sewa tempat.

Cukup siapkan dana awal untuk membeli peralatan memasak dan bahan baku operasional.

Tanpa sewa lapak, kamu bisa memanfaatkan sistem pesan (PO) melalui instagram atau menjualnya melalui aplikasi online.

Jika kamu memilih untuk langsung sewa tempat, pastikan lokasinya strategis dan memiliki kesempatan besar menarik pengunjung.

Berhubung memulai bisnis di masa pandemi, opsi berjualan secara langsung/tatap muka mungkin harus dikesampingkan lebih dulu.

Baca Juga: 4 Tips Membuat Produk Lokal Menjadi Go Global

Perhitungan kasar untuk modal awal membangun bisnis bubur ayam mencakup biaya gas untuk satu bulan, beli alat memasak dan biaya bahan baku seperti; beras (5kg/hari), ayam (3 potong/hari) dan biaya bumbu.

Kira-kira pengeluaran kamu dalam sebulan jika berbisnis bubur ayam tanpa sewa tempat atau meminjam gerobak adalah sekitar Rp 6.000.000,-


Mempersiapkan Bisnis Bubur Ayam

Ada 4 hal yang musti kamu siapkan saat hendak membangun usaha bubur ayam.

Selain harus tahu cara membuat bubur ayam yang sesuai dengan selera masyarakat, kamu juga harus nemahani hal-hal berikut ini!

1. Jangan ragu membuat variasi menu

Bubur ayam tidak sekedar bubur putih disiram kuah gurih, taburan ayam, kacang dan kerupuk saja lho. Banyak variasi menu yang bisa kamu coba.

Bahkan, bisa kamu fusion dengan hidangan internasional lho. Misalnya bubur ayam kuah tomyam.

Jika kamu pecinta makanan khas Indonesia, kamu bisa berkreasi dengan aneka kuah seperti bubur ayam kuah kuning, bubur ayam kuah soto, hingga resep kuah manis.

Baca Juga: Cara Mudah Urus Izin Edar BPOM, Sudah Cek Kelengkapan Dokumen?

Ada banyak resep populer di situs seperti cookpad yang menawarkan aneka racikan nikmat.

Kamu bisa belajar cara membuat bubur ayam Jakarta, bubur ayam Cina, atau bubur ayam Bandung lalu mengunggah hasil masakan kamu agar direview oleh pengguna platform memasak lainnya.

Siapa tahu, kamu dapat insight menarik dengan saling bertukar informasi dan berbagi rahasia resep lezat!

Memasak bubur ayam sebenarnya tak perlu banyak modal dan tenaga.

Bahannya mudah didapat dengan harga murah.

Selain pelengkap umum seperti cakwe, kerupuk, kacang, seledri dan bawang goreng, kamu bisa menambahkan sajian pelengkap lain.

Hidangkan bersama sate telur puyuh, sate usus, ati goreng, serta aneka kerupuk agar konsumen bebas memilih.

Menambah variasi menu pelengkap juga bisa jadi cara efektif menambah omset usaha kamu.


2. Menetapkan Harga Bersaing

Dalam bisnis kuliner, kamu harus percaya diri dengan produk yang kamu jual.

Jika kamu sudah yakin bubur ayam milikmu layak bersaing dengan usaha kompetitor, maka kini saatnya kamu bersaing secara harga!

Ingat ya, bukan bersaing dengan menetapkan promo gila-gilaan atau bakar duit.

Jika usaha kamu masih skala rumahan, sebaiknya menetapkan harga sesuai standar pasar atau di bawah sedikit.

Tapi tetap lihat total biaya operasional kamu ya. Untung boleh tipis, asal tidak merugi.

Beda soal jika kamu sangat percaya dengan kualitas rasa produkmu.

Baca Juga: Ketahui Hal Ini, Sebelum Menggunakan TikTok untuk Promosi Bisnis

Kamu bisa mengemas bubur ayam menjadi makanan premium agar laku dijual di harga tinggi.

Pastikan rasa makanan kamu mendapatkan review jujur dari pengunjung.

Kamu bisa menyebar angket atau bertanya secara personal.

Gunanya agar kamu bisa segera melakukan perbaikan resep sebelum mendapatkan review buruk.


3. Amati Kompetitor di Sekitarmu

Usaha bubur ayam bertebaran di kota-kota besar karena peminatnya sangat luas.

Rasanya paling enak memang makan bubur ayam di pagi hari untuk sarapan atau setelah lelah berolahraga.

Coba deh memesan makanan kompetitor di sekitarmu dan bandingkan kualitas pelayanannya.

Apakah mereka memiliki sistem pemesanan yang rapi? Apakah mereka melayani delivery? Apakah kemasan mereka eco-friendly? Atau, apakah konsumen utama mereka berasal dari aplikasi pesan antar?

Jika iya, pelajari juga review dan profil bisnis mereka secara online.

Amati bagaimana usaha bubur ayam kompetitor melakukan branding produk, mempertahankan loyalitas konsumen, serta strategi marketing mereka di sosial media.

Jika ada celah yang bisa kamu masuki, jangan ragu untuk melakukan inovasi. Misalnya memakai sistem langganan bulanan untuk layanan antar sarapan.

Target utamanya adalah anak kos agar tidak perlu repot mengirim pesan setiap pagi dan mengantre.

Kamu juga bisa memberlakukan diskon bagi yang membawa mangkok sendiri demi mengurangi limbah kemasan.

Jangan lupa selalu mengupdate foto produk dan testimoni di laman sosial untuk meningkatkan kredibilitas usaha kamu.


4. Jaga kebersihan tempat usaha

Entah kamu memilih berjualan dengan gerobak, membuka toko, atau melakukan pemesanan secara online dari rumah, kamu tetap harus teliti pada kebersihan!

Apalagi di musim pandemi, penting sekali untuk meyakinkan warganet akan keamanan produk kamu.

Perhatikan kebersihan dapur, memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, saluran limbah, hingga meja dan kursi pengunjung.

Jangan lupa sediakan hand sanitizer di lokasi yang terlihat ya.

Itulah 4 hal yang wajib kamu perhatikan sebelum memulai usaha bubur ayam untuk pemula.

Meski usaha ini membutuhkan modal kecil, kamu tetap harus melakukan analisa bisnis yang terperinci ya.

Apalagi bahan makanannya mudah basi, tentunya kamu perlu menyiasati jumlah produksi agar tidak merugi.

Urusan modal, percayakan saja pada KoinWorks, Super Financial App terpercaya yang sudah diakui oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Melalui program KoinBisnis, kamu bisa dapatkan pinjaman modal mulai dari Rp5juta – Rp 2 miliar dengan bunga flat terjangkau sebesar 0,75% – 1,67% setiap bulannya.

Menarik, bukan?

Jangan tunda lagi, ayo mulai rencana bisnismu!