7 Tips Memilih Nama Brand yang Unik dan Menjual

Tips Memilih Nama Brand – Sebelum menjalankan suatu bisnis, salah satu hal terpenting yang harus disiapkan adalah nama brand. Dengan adanya nama brand yang unik dan menjual, brand tersebut pun akan melekat di benak konsumen sehingga mereka tertarik untuk menggunakannya.

Namun, memilih nama brand atau menentukan nama  brand yang tepat memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Maklum, saingan kamu tidaklah sedikit sehingga banyak nama menarik yang ternyata sudah digunakan oleh perusahaan lain.

Jangan berkecil hati, berikut tips memilih nama brand yang unik dan menjual yang bisa kamu terapkan untuk bisnismu.

Baca juga: Pentingnya Rebranding untuk Bisnis, Lakukan 6 Langkah Ini


Tips Memilih dan Menentukan Brand yang Unik dan Menjual

1. Mencerminkan produk

Pilihlah nama brand yang membuat orang langsung mengerti mengenai produk yang ditawarkan begitu mendengar namanya.

Kopi Kenangan atau Tolak Angin misalnya—yang menunjukkan kalau produk mereka adalah kopi dan obat penyembuh masuk angin.

Untuk fashion, ada (X)S.M.L yang namanya berupa ukuran pakaian sehingga bisa ditebak kalau produk yang ditawarkan adalah fashion.

Jika memilih nama yang mencerminkan produk, kamu pun akan lebih mudah branding atau melakukan strategi bisnis nantinya.

Baca juga: Cara Memilih Brand Ambassador yang Tepat untuk Bisnis

2. Bermakna positif

Pilih nama yang mengandung arti positif dan hindari nama bermakna negatif.

Nama seperti Extra Joss dan Nutrisari merupakan beberapa contoh di antaranya.

‘Extra’ bermakna ‘lebih’ dan ‘Joss’ memiliki kesan ‘kuat’.

Jadi nama ini pun bisa diartikan ‘lebih kuat;.

Untuk Nutrisari, orang yang mendengarkan namanya akan mengingat ‘nutrisi’ yang merupakan hal penting bagi tubuh.

Sedangkan ‘sari’ adalah inti sehingga arti keseluruhannya bisa dibilang merupakan nutrisi inti yang memiliki makna positif.

Baca juga: Cara Membuat SIUP dengan Mudah dan Cepat

3. Adaptasi dari beberapa kata

Agar nama brandmu unik, bisa juga kamu menggabungkan beberapa nama objek menjadi satu.

Kamu bisa mencontohnya dari Indomie, yang menggabungkan ‘Indonesia’ dan ‘mi instan’.

Ayam Geprek Bensu juga mengambil nama dari gabungan nama sang pemilik, Ruben Onsu.

Pilihlah beberapa kata terkait produkmu sebelum mengabungkannya menjadi satu nama yang unik.

Baca juga: Tahukah Kamu Kalau 9 Brand yang Mendunia Ini adalah Produk Lokal?

4. Mudah diucapkan

Pilihlah nama yang mudah diucapkan sehingga orang pun dapat langsung menangkap nama tersebut begitu sekali mendengar.

Misalnya, Kacang Dua Kelinci atau Kopiko.

Selain mudah dieja dan diucapkan, dari nama keduanya seseorang bisa menebak tipe produk yang ditawarkan, yaitu kacang dan kopi.

Kamu bisa melakukan uji coba dengan cara menyebutkan nama brand kamu melalui telepon kepada orang terdekat atau kenalan—untuk melihat apakah mereka bisa langsung menangkap namanya.

Baca juga: 3 Wirausahawan Sukses Indonesia Sebagai Inspirasi Dalam Berbisnis

5. Bermain kata

Cara lain dalam memilih nama brand adalah dengan ‘memplesetkan’ kata yang sudah eksis.

Blibli, suatu platform marketplace dari Djarum Group adalah satu contohnya.

Begitu mendengar namanya, sekilas kamu akan mendengar ‘beli beli’ alias meminta orang untuk membeli.

Hal yang sama berlaku untuk Google, yang merupakan salah eja dari kata ‘googol’.

Jika googol memiliki arti nominal 1 yang diikuti oleh 100 angka nol, Google pun punya arti serupa, yaitu mesin pencari yang memuat informasi dan data dalam jumlah besar.

Nama-nama unik seperti ini pun bisa memberi kesan tersendiri bagi para konsumen.

Baca juga: 7 Strategi Negosiasi Dalam Bisnis yang Wajib Dilakukan

6. Menggunakan angka

Cara lain untuk memilih nama unik brand adalah dengan memasukkan unsur angka. Tencent, perusahaan teknologi asal Tiongkok, merupakan satu di antaranya.

Ada juga Five Guys, restoran burger asal Amerika Serikat yang sudah memiliki cabang di berbagai negara. Nama yang mengandung unsur angka dapat membuat orang yang mendengar penasaran terhadap makna dan sejarah di baliknya.

Baca juga: Langkah Pendaftaran Hak Merek, Lebih Mudah dan Murah via Online!

7. Gabungkan dengan deksripsi bisnis

Jika kamu mau memilih nama brand yang singkat dan nama tersebut tidak memiliki makna, ada baiknya gabungkan nama tersebut dengan deskripsi bisnis.

Misalnya, J.Co Donuts & Coffee yang dari namanya sudah menggambarkan menu yang disajikan. Untuk produk fashion, Lea Jeans adalah contohnya.

Hal ini terutama berlaku jika kamu mau menggunakan namamu sebagai brand—berhubung orang tidak familiar dengan namanya maka kamu pun harus menambahkan deskripsi bisnis atau produknya.

Baca juga: 3 Inspirasi Bisnis Fashion dari Brand Lokal


Sudah siap memilih dan menentukan nama brand kamu?

Untuk inspirasi seputar bisnis lainnya, kunjungi https://lokalsupportlokal.id/berita-bisnis/.

Bisnis makin berkembang, kamu pun bisa semakin cuan.

Cek SKOR Kredit

Klik Gambar Dibawah!

Artikel Terpopuler

bisnis sambal kemasan

Alasan Untuk Segera Memulai Bisnis Sambal Kemasan

Alasan Untuk Segera Memulai Bisnis Sambal Kemasan - Sambal masih menjadi primadona yang identik dengan kebanyakan santapan khas Indonesia. Rasanya yang pedas dan lezat menambah...
usaha bengkel mobil

Tertarik Usaha Bengkel Mobil? Ini Estimasi Modal dan Tips Suksesnya

Indonesia merupakan salah satu negara yang dikenal dengan tingginya jumlah pengguna mobil. Hal ini pun terlihat dari padatnya ruas jalan di kota-kota besar—yang dipenuhi oleh...
foundation untuk kulit kering

5 Rekomendasi Foundation Lokal Untuk Kulit Kering

5 Rekomendasi Foundation Lokal Untuk Kulit Kering - Bicara soal foundation untuk kulit kering, brand lokal sudah bisa menjadi rekomendasi. Terlebih gaya dewy look yang...
bisnis singkong keju - cemilan singkong keju

3 Cara Memulai Bisnis Cemilan Singkong Keju

3 Cara Memulai Bisnis Cemilan Singkong Keju - Olahan singkong memang selalu menarik perhatian para pengusaha pemula. Singkong merupakan bahan makanan rendah lemak, rendah kolesterol...
cara memilih supplier usaha kuliner

7 Tips Mencari Supplier yang Tepat Untuk Usaha Kuliner Kamu

Peluang usaha kuliner semakin bersinar di tahun 2021. Meski di tengah pandemi corona, usaha kuliner tidak terlalu terkena dampak ekonomi yang menurun. Sebaliknya, justru semakin banyak keuntungan bisnis yang...

Artikel Terkait