Selalu Habis Terjual, Ini Strategi Marketing Sepatu Compass!

Selalu Habis Terjual, Ini Strategi Marketing Sepatu Compass! – Jika membicarakan brand sneaker lokal yang sering menjadi hot topic di kalangan anak muda, Compass adalah salah satu jawabannya.

Bagaimana tidak, tiap kali meluncurkan seri sepatu terbarunya, orang-orang rela mengantri berjam-jam demi memperoleh sepatu yang brand-nya sudah berdiri sejak 22 tahun silam ini.

Sepatu Compass seringkali ludes terjual dalam hitungan menit—sehingga banyak orang menjulukinya sebagai ‘sepatu ghaib’.

Mereka yang kecewa karena tidak kebagian pun rela mengeluarkan kocek lebih demi membeli Compass dari reseller—yang kadang harganya bisa dua hingga tiga kali lipat dari harga asli.

Perjalanan Compass untuk menjadi salah satu brand lokal ternama tidaklah mudah.

Compass sempat mengalami kebuntuan selama bertahun-tahun karena kalah saing dengan brand sepatu luar negeri.

Saat nyaris putus asa, di tahun 2018 sang pendiri Compass Gunawan Kahar bertemu dengan Aji Handoko Purbo yang sebelumnya mendesain sepatu ARL dengan Ariel vokalis NOAH sebagai brand ambassador.

Sejak itulah Aji didapuk menjadi creative director yang diberikan kebebasan untuk mendesain sekaligus memasarkan sepatu Compass.

Setelah rebranding, nasib Compass berbeda 180 derajat alias menjadi salah satu brand sepatu yang produknya selalu ditunggu-tunggu..

Jumlah yang dijual terbatas

Ketika meluncurkan suatu produk, Compass tidak memproduksinya dalam skala besar.

Saat meluncurkan sepatu Indonesia Sehat hasil kolaborasi dengan komunitas sepeda The Genjots di bulan Agustus lalu, mereka hanya menjual 1,000 sepatu secara online.

Begitu juga saat mereka bekerja sama dengan band Kelompok Penerbang Roket (KPR) melalui sepatu seri Meroket Bersama Compass di bulan Maret lalu.

Saat itu, penjualan dilakukan berbarengan dengan konser KPR di lima kota yaitu Bandung, Surabaya, Bali, Makasar, dan Jakarta.

Di masing-masing kota, hanya tersedia 150 pasang sepatu untuk dijual, sedangkan khusus Jakarta dijual 300 pasang.

Minimnya jumlah sepatu bagi konsumen ini membuat Compass menjadi lebih eksklusif.

Akibatnya, pelanggan pun rela bersaing alias mengantre berjam-jam demi menambah koleksi sepatu Compass mereka.

Menggandeng satu marketplace

Di tahun 2020 Compass mengandalkan Tokopedia untuk menjual produk mereka.

Sebelumnya, Compass menjual sepatu di website mereka. https://sepatucompass.com/.

Namun karena server pernah down karena banyaknya permintaan, Compass menjalin kerja sama eksklusif dengan Tokopedia.

Seperti yang diungkapkan Compass melalui akun Instagram mereka, @sepatucompass, kerja sama dengan Tokopedia ini bertujuan untuk meratakan distribusi sehingga perilisan sepatu dilakukan secara bergantian di kota, pulau, atau provinsi tertentu.

Dengan adanya kerja sama dengan marketplace, Compass juga berharap dapat membersihkan reseller yang menaikkan harga demi keuntungan pribadi, menghindari pembelian ganda, mengurangi risiko merk tiruan, sekaligus menanggulangi masalah bot.

Tentunya, ini juga berdampak positif bagi pelanggan—mereka dapat berbelanja dengan aman tanpa adanya kendala teknis.

Dengan pengalaman berbelanja yang nyaman, tentulah orang jadi tertarik untuk kembali dan menjadi pelanggan tetap.

Memaksimalkan Instagram

Bukan rahasia lagi kalau media sosial memegang peranan penting bagi bisnis seseorang.

Ini juga berlaku bagi Compass yang memaksimalkan akun Instagram mereka untuk menjual produk sekaligus meningkatkan engagement dengan pelanggan.

Ketika meluncurkan suatu produk, Compass akan mengumumkannya di akun Instagram mereka.yang kini sudah memiliki lebih dari 800 ribu followers.

Contohnya, saat menjual sepatu Meroket Bersama Compass yang dilakukan secara offline berbarengan dengan konser KPR, Compass mengumumkan tata caranya melalui akun media sosial mereka.

Seringkali Compass juga posting pertanyaan yang mendorong followers mereka berkomentar.

Misalnya, mengenai figure perempuan inspiratif yang cocok memakai sepatu Compass.

Yang tidak kalah pentingnya, Compass kerap menggelar kontes yang menimbulkan ‘kegaduhan’ di media sosial.

Para perayaan HUT RI ke-75 lalu, misalnya, Compass membagikan lima pasang sepatu Compass 98 edisi vintage untuk lima pelanggan melalui program ‘Gaya Fesyen Nostalgia Indonesia’.

Selain itu, Compass juga rajin memberikan informasi seputar sepatu, termasuk tahap-tahap pembuatan sepatu.

Pelanggan mendapatkan pengetahuan tambahan, brand Compass pun makin melekat di benak mereka.

Kolaborasi dengan influencer

Dalam memasarkan produk mereka, Compass seringkali berkolaborasi dengan influencer, musisi, hingga tokoh inspiratif.

Agustus lalu, Compass meluncurkan produk FXXKINGCOMPASS edisi Jepang hasil kolaborasi dengan fotografer asal Jepang Ryo Ishikawa.

Untuk seri ini, Compass pun menjadikan Hinako Umemura, musisi berdarah Jepang – Indonesia sebagai model.

Sepatu yang hanya diproduksi sebanyak 482 pasang ini laku terjual melalui online store dan tiga offline store Fxxking Rabbits di Fukuoka, Nagoa, dan Tokyo (Harajuku).

Selain musisi dan KOL, Compass bahkan menggandeng Najwa Shihab, dengan memberikan 10 pasang sepatu sebagai kado spesial perayaan satu dekade Mata Najwa.

Sepatu ini pun dibagikan Najwa sebagai hadiah untuk 10 orang yang mengirimkan karya mereka untuk gerakan Indonesia Butuh Anak Muda yang diinisiasi oleh Narasi TV.

Terbukti menggaet public figure untuk memasarkan produk akan memberikan dampak positif untuk suatu brand, seperti yang dilakukan Compass.

Terbentur masalah modal untuk kolaborasi dengan influencer? KoinBisnis dari KoinWorks, selalu bisa membantu.

Melalui KoinBisnis, kamu bisa mendapatkan modal usaha tambahan antara Rp5 juta hingga Rp2 miliar, dengan bunga rendah mulai dari 0,75% per bulan.

Kamu hanya perlu mengunduh aplikasi Koinworks dan ajukan pinjaman secara online.

Tunggu apa lagi? Segera ajukan pinjaman demi perkembangan bisnis kamu!

Indahnya berbagi untuk semua

Sesuai tagline mereka, Compass untuk semua, Compas menunjukkan sepatu mereka diperuntukkan untuk semua orang dari berbagai kalangan.

Di perayaan HUT RI ke-74, misalnya, Compass memilih seperti petugas bersih-bersih dan penjual bendera sebagai figur untuk mengkampanyekan produk Compass ‘Edisi Bersatu’ yang hanya dirilis sebanyak 74 pasang.

Strategi Compass ini sangatlah efektif karena memperkuat brand mereka sebagai sepatu lokal yang eksklusif namun membumi alias bisa untuk siapa pun.

Compass juga berkolaborasi dengan Sejauh Mata Memandang untuk melelang sepatu Sejauh Daur, yang hanya diproduksi 1 pasang.

Hasil lelang sebanyak Rp 11,9 juta pun disalurkan kepada para pemulung di Tempat Pembuangan Sampah Bantargebang.

Berjualan penting, namun berbagi juga tidak boleh dilupakan jika ingin brand kamu semakin kuat di mata konsumen.

Dengan begitu, brand kamu tidak hanya dikenal sebagai produk berkualitas, tapi juga peduli terhadap sesama.

Selain menerapkan strategi marketing ala Compass, agar lebih maksimal daftarkan bisnis kamu melalui program #LokalSupportLokal yang diinisiasi oleh KoinWorks.

Cara bergabungnya mudah, cukup dengan melakukan registrasi di lokalsupportlokal.id, dan produkmu akan bisa dipromosikan di microsite plus Instagram dan Twitter resmi KoinWorks beberapa jam setelah registrasimu diverifikasi. Gratis!

Yuk, segera daftarkan bisnis kamu.