Strategi Marketing Produk Make Up Lokal untuk Pria

Istilah metroseksual tak lagi santer terdengar di kalangan generasi muda. Kini, lelaki yang berdandan dan merawat diri sudah jadi hal lumrah.

Apalagi di kota-kota besar di mana bisnis barbershop dan men toilettries laku pesat.

Wajar jika data Statista berani memprediksi bahwa male grooming market akan meroket dan bernilai 81,2 milyar dolar di tahun 2024.

Konsumen industri kecantikan untuk pria didominasi oleh masyarakat Eropa Barat. Namun, Euromonitor juga melacak pertumbuhan signifikan di kawasan Asia Pasifik termasuk Indonesia lho.

Tentu ini bisa jadi peluang bisnis yang amat menjanjikan di tahun 2021.

Apalagi kini sudah semakin banyak pria yang terjun sebagai content creator dan mau tidak mau harus merawat diri dengan makeup atau skincare.


Tren Lelaki Merawat Diri: Tak Ada Urusannya dengan Orientasi Seksual

Sudah sejak zaman Firaun lelaki mengenal make up.

Pria Mesir zaman dulu memakai celak untuk tampil lebih percaya diri.

Begitu pun dengan para bintang rock, aktor, dan orang populer yang banyak disorot kamera.

Misalnya David Bowie, Freddie Mercury, Steven Tyler, Boy George, dan Brandon Flowers yang tampil nyentrik dengan riasan.

Make up tidak membuat mereka menjadi kurang maskulin, justru penampilannya banyak dicontek oleh lelaki heteroseksual.

Ada strategi bisnis khusus agar pria yang bersolek bisa diterima secara luas.

Seperti yang dilakukan Michelle Probst, pemilik brand Menaji Skincare yang pernah mendandani John Travolta hingga Barrack Obama.

Michelle menyuruh karyawannya membungkus produk kosmetik dengan warna coklat agar tidak terkesan feminin.

Ia juga menamai produknya dengan nama maskulin demi kenyamanan konsumennya.

Peluang bisnis kecantikan untuk pria juga dimanfaatkan oleh brand besar seperti Estée Lauder, Clarins, Kiehl’s, dan Dove.

Di Indonesia sendiri, pasar produk laki-laki didominasi oleh Gatsby sebagai produk perawatan tubuh.

Namun kini produk-produk asal negri ginseng sudah mulai dilirik.


Brand Ambassador Pria sebagai Strategi Marketing Make Up

Jika melihat perkembangan kosmetik untuk pria, tentu Korea Selatan masuk dalam jajaran teratas industri kecantikan pria.

Di Indonesia, ekspansi produk Korea dipengaruhi oleh besarnya fanbase K-pop dan pecinta drama Korea yang rela menggelontorkan uang demi memiliki produk yang dipakai oleh idolanya.

Tak heran jika laki-laki Korea kerap didaulat sebagai brand ambassador dari kalangan idol hingga aktor film.

Pemakaian brand ambassador laki-laki adalah strategi marketing efektif untuk meningkatkan brand awareness.

Tak heran jika produk VT Cosmetics diburu masyarakat karena iklannya memakai wajah BTS.

Tak hanya itu, industri kecantikan korea juga lihai mengkampanyekan pesan di balik produk make up mereka.

Iklan yang menampilkan G-dragon memakai lipstik Global Eco Red warna merah terang sempat mencuri perhatian masyarakat Korea di tahun 2013.

Leader grup musik Big Bang itu digaet brand Korea Selatan, The Saem, dan sukses membawa pesan bahwa lipstik tidak lantas membuat lelaki terlihat feminin.

Brand Chanel pun memanfaatkan peluang bisnis make up lelaki dengan merilis lini kosmetik Boy de Chanel dan menggandeng aktor Lee Dong Wook sebagai brand ambassador.

Hmm, thanks to Korean trend, melihat lelaki berdandan bukan lagi hal baru.

Baca juga: 9 Brand Lokal Indonesia Yang Mendunia


Bagaimana Menerapkan Strategi Marketing Make Up untuk Brand Lokal Indonesia?

Tren memakai make up untuk pria mulai merambah pasar Indonesia.

Tak tanggung-tanggung, sasarannya bukan hanya remaja namun juga Bapak-bapak usia 40-an.

Di awal tahun 2021, Nikita Wiradiputri selaku CEO dari brand lokal Dear Me Beauty merilis kampanye yang melibatkan lelaki paruh baya untuk produk foundation terbaru mereka.

strategi marketing make up - Dear_Me_Beauty_Kampanye_Campaign_Positif_Promosi_Produk_Foundation_Lokal_Berbagai_Shade

Promosi untuk produk Airy Poreless Fluid Foundation ini mendapat sambutan hangat dari warganet.

Komentar positif berdatangan dan mengamini bahwa lelaki pun berhak memakai make up untuk terlihat lebih segar dan percaya diri.

Strategi marketing brand lokal untuk promosi make up pria ini wajib diacungi jempol.

Dear me beauty tidak menampilkan model berkulit putih yang kurang relate dengan kebanyakan masyarakat Indonesia.

Bapak-bapak umumnya memang begitu; berkulit sawo matang, keriput mata, dan flek kecoklatan di wajah.

Namun semua itu bisa ditutupi dengan coverage foundation yang terlihat natural.

Pesan kampanye brand lokal make up ini tak hanya mendobrak stigma tentang laki-laki yang bersolek, namun juga memberi pesan mengayomi pada generasi muda lainnya.

Jika Bapak-bapak yang notabene sudah menikah dan punya anak saja boleh berdandan tanpa kehilangan maskulinitasnnya, mengapa yang lebih muda harus takut menyentuh kuas dan bedak?

Pesan ini juga harusnya disambut baik oleh para pebisnis.

Industri make up bernilai milyaran, orang tak ragu membeli produk dengan harga mahal demi terlihat segar dan mendongkrak rasa percaya diri.

Yup, kini pria tak hanya butuh pakai parfum dan pomade.

Ada banyak sekali peluang bisnis yang bisa kamu geluti!

Tertarik mencoba? Yuk mulai bisnis kecantikanmu dengan mengajukan pinjaman modal usaha tambahan ke KoinWorks.

Kamu bisa pinjam mulai dari Rp5 juta hingga Rp2 miliar. Bunganya pun cukup terjangkau, yakni 0,75% hingga 1,67% flat per bulan.

Menariknya lagi, pinjaman modal usaha dari KoinWorks tidak memerlukan jaminan atau persyaratan yang ribet loh.

Tunggu apalagi, yuk segera ambil langkah dan realisasikan mimpimu menjadi pebisnis sukses!

Artikel Terpopuler

alasan bisnis gagal

5 Ide Bisnis yang Bisa Berkembang di Era New Normal

5 Ide Bisnis yang Bisa Berkembang di Era New Normal - Saat ini, pasti kita sering mendengar sebuah istilah yang bernama ‘New Normal’. Baik...
bunga pinjaman bank mandiri

Cari Modal Usaha? Yuk Cermati Bunga Pinjaman Bank Mandiri tahun 2021!

Cari Modal Usaha? Yuk Cermati Bunga Pinjaman Bank Mandiri tahun 2021! - Bingung mencari pinjaman modal usaha terbaik? Bagi kamu yang berniat merintis bisnis,...
cara membuat buku kas harian

Bye Pembukuan Manual! Ini Cara Mencatat Buku Kas Harian Paling Praktis

Jika jeli mencari peluang bisnis, ada berbagai kesempatan dan potensi usaha yang menguntungkan bertebaran di sekitar kita.Apalagi kemajuan teknologi melalui aplikasi memudahkan para pelaku usaha untuk...
bisnis saat new normal

Bisnis Saat New Normal, Ini 6 Hal yang Harus Diperhatikan

Bisnis Saat New Normal, Ini 6 Hal yang Harus Diperhatikan - Selamat datang di era new normal. Setelah pandemi berlangsung berbulan-bulan di Indonesia, inilah saat...
rekomendasi sneakers lokal wanita

4 Rekomendasi Sneakers Wanita Lokal dengan Desain Unik

4 Rekomendasi Sneakers Wanita Lokal dengan Desain Unik - Sepatu alas karet, atau sneakers, awalnya difungsikan sebagai sepatu olahraga sebelum beralih menjadi...

Artikel Menarik Lainnya

Artikel Terkait