Intip Peluang Usaha Sewa Perlengkapan Mendaki dan Tips Suksesnya

Menjalankan hobi sambil menghasilkan uang?

Ini tentulah situasi yang sangat ideal dan bisa diterapkan.

Salah satunya bagi kamu pencinta alam dan hobi naik gunung.

Belakangan ini peminat hiking teruslah bertambah.

Perkembangan teknologi dan media sosial turut berperan—karena orang jadi mudah melihat pengalaman orang lain sehingga terinspirasi untuk melakukan hal serupa.

Ditambah lagi, Indonesia memiliki banyak gunung dengan pemandangan alam yang indah.  Tidak heran kalau aktivitas mendaki gunung kian diminati.

Namun, hobi ini memerlukan perlengkapan yang tidak murah.

Soalnya, nih, kamu harus memakai outfit yang tepat—belum lagi diperlukannya perlengkapan tidur hingga alat masak karena akan menghabiskan waktu berhari-hari di ruang terbuka.

Bagi sebagian orang, apalagi pendaki pemula, mereka tidak memiliki cukup modal untuk membeli alat-alat mendaki ini.

Oleh karena itu, sewa tenda camping hingga kompor lipat merupakan solusi tepat bagi mereka.

Ini juga menunjukkan kalau sewa alat-alat mendaki juga merupakan peluang emas bagi kamu yang ingin memulai suatu usaha.

Selain dapat membantu orang-orang yang memiliki hobi sama denganmu, usaha ini tentunya juga akan memberi pemasukan dan keuntungan.

Bagi kamu yang tertarik untuk menjalankannya, berikut beberapa tips agar bisa meraih kesuksesan.


1. Peralatan lengkap

Jangan tanggung-tanggung saat menyewakan alat-alat mendaki.

Seorang penyewa tentunya mau menemukan segala macam alat di satu tempat sehingga ia tidak harus pergi ke beberapa tempat.

Oleh karena itu, siapkan seluruh perlengkapan mendaki—mulai dari tenda, carrier, sepatu trekking, sleeping bag, hingga kompor lipat.

Agar lebih hemat modal, kamu bisa memulainya dengan menyewakan peralatan mendaki yang kamu punya.

Jika ada barang yang belum dimiliki, barulah kamu membelinya.

Tidak perlu khawatir jika ternyata modal kamu masihlah kurang.

Kamu bisa mengajukan pinjaman modal antara Rp5 juta hingga Rp2 miliar melalui KoinBisnis dari KoinWorks.

Bunga per bulannya juga terjangkau, yaitu mulai dari 0,75% per bulan!

Kamu dapat mengajukannya secara online di sini melalui smartphone kamu.


2. Harga tepat sasaran

Namanya juga menyewakan suatu barang kepada berbagai macam orang, tentunya, nih, ada risiko kerusakan maupun kehilangan.

Sebagai pelaku usaha, penting bagi kamu untuk mengukur usia produktif barang yang disewakan.

Selanjutnya, kamu pun bisa menetapkan harga sewa berdasarkan masa produktif tersebut.

Contoh, masa produktif sepatu trekking adalah satu tahun.

Maka kamu pun dapat mengasumsikan balik modal aset maksimal dalam delapan bulan masa sewa.

Jika tiap akhir pekan kamu menyewakan sepasang sepatu, maka selama delapan bulan kamu menyewakannya 32 kali.

Jadi, harga sewa mesti mencakup harga aset yaitu sepatu dibagi 32, ditambah biaya risiko kerusakan dan kehilangan.

Baca juga: Kiat Sukses Memulai Usaha Rental Mobil dengan Modal Kecil


3. Peraturan jelas

Untuk mencegah masalah di masa depan, buatlah peraturan yang jelas mengenai sewa menyewa barang.

Mulai dari durasi penyewaan, metode pembayaran, cara perolehan barang, pembatalan sewa, hingga denda keterlambatan pengembalian barang.

Peraturan ini bisa dilampirkan di surat perjanjian sewa sehingga penyewa tidak bisa berdalih jika membuat kesalahan.

Dengan adanya peraturan tertulis ini, kamu juga dapat menghindari perasaan sungkan yang sering muncul saat harus mengutarakan secara verbal kepada penyewa yang kamu kenal, misalnya sesama anggota komunitas.

Selain itu, minta penyewa untuk cek barang-barang yang disewa di depan kamu.

Ini penting untuk memastikan kalau barang dalam keadaan baik saat disewakan—jadi ketika dikembalikan barang itu bermasalah, kamu pun bisa meminta ganti rugi.


4. Pentingnya jaminan

Hal yang tidak kalah pentingnya dalam menjalankan usaha sewa perlengkapan mendaki adalah menyimpan identitas penyewa sebagai jaminan.

Selain menandatangani perjanjian sewa, sebaiknya kamu menyimpan identitas asli penyewa—bukan fotokopi—untuk menghindari barang dibawa kabur.

Identitas diri ini bisa berupa KTP, passport, SIM A/C, dan lain-lain.

Pastikan foto penyewa di kartu identitas diri sama dengan penyewa yang berdiri di depan kamu.

Begitu penyewa mengembalikan semua barang, barulah identitas diri tersebut dikembalikan.

Baca juga: Profit Cepat! Coba Tips Sukses Bisnis Ayam Petelur Yuk!


5. Berbagi pengalaman kepada konsumen

Tidak semua orang ahli menggunakan alat-alat mendaki, terutama bagi mereka yang masih baru.

Jangan sungkan untuk berbincang dengan konsumen saat bertemu di tempat sewa.

Cari tahu seberapa besar pengalaman mereka tentang mendaki dan berikan beberapa masukan jika menurutmu mereka membutuhkannya.

Jika ada konsumen yang sewa tenda camping, misalnya, berikan informasi cara pemasangan tenda dan cara merawatnya.

Mereka akan sangat menghargai, tuh, jika kamu tidak hanya sekadar menyewakan, tapi juga menganggap mereka sebagai bagian dari komunitas.


6. Promosikan di media sosial

Usaha sewa perlengkapan mendaki memang segmented alias terbatas pada segelintir orang yang hobi mendaki gunung.

Meski begitu, bukan berarti kamu akan rugi saat menjalankan usaha ini.

Selama kamu dapat menjangkau komunitas pencinta alam, kamu tetap akan memperoleh keuntungan.

Jika satu anggota saja merasa puas dengan barang dan servis perusahaan kamu, maka ia akan mempromosikannya kepada anggota lain.

Jadi agar meraih banyak konsumen, jangan ragu untuk mendekati para anggota komunitas pendaki.

Tentunya kamu juga dapat memanfaatkan platform online untuk mempromosikan usaha kamu.

Buatlah akun khusus media sosial agar orang-orang bisa tahu ke mana harus mencari informasi jika dibutuhkan.

Selain memajang alat-alat yang disewakan, kamu juga bisa share foto terkait pendakian gunung—seperti informasi singkat gunung di Indonesia hingga tips mendaki bagi pemula.

Sudah siap memulai usaha ini?