8 Tahap Memperoleh Sertifikat Halal MUI untuk Bisnis

8 Tahap Memperoleh Sertifikat Halal MUI untuk Bisnis – Sertifikat halal merupakan hal penting ketika kamu menjalankan bisnis.

Soalnya, nih, mayoritas penduduk di Indonesia adalah muslim.

Dengan mengantongi sertifikat halal, usaha kamu pun mendapat kepercayaan konsumen muslim sehingga mereka tidak ragu untuk menggunakan produk kamu.

Sertifikasi halal ini terutama dibutuhkan untuk usaha restoran, katering, rumah potong hewan, atau bisnis di indusri pengolahan seperti pangan, obat, dan kosmetika.

Di Indonesia, sertifikat halal dikeluarkan oleh MUI (Majelis Ulama Indonesia).

Melalui Lembaga Pngkajian Pangan, Obat, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI), mereka pun akan melakukan tes dan analisis untuk menentukan apakah suatu produk memenuhi persyaratan halal.

Lalu bagaimana cara mendapatkan sertifikat halal? Berikut sejumlah proses yang harus kamu lalui:

1. Memahami persyaratan sertifikat halal

Sebagai sertifikasi standar halal di Indonesia, LPPOM MUI membentuk Halal Assurance System/HAS 23000.

HAS 23000 memuat persyaratan sertifikasi halal berupa kriteria sistem jaminan halal hingga kebijakan dan prosedurnya.

Oleh karena itu, kamu harus memahami HAS 23000 terlebih dulu sebelum mendaftarkan perusahaan untuk memperoleh sertifikat halal.

2. Mengikuti pelatihan dan menerapkan SJH

Langkah selanjutnya adalah mengikuti pelatihan Sistem Jaminan Halal (SJH).

Cek di sini untuk melihat jadwalnya.

Untuk pelatihan ini perusahaan akan dikenakan biaya. Namun untuk usaha kecil, LPPOM MUI memiliki kebijakan dalam memberikan subsidi.

Setelahnya perusahaan pun harus menerapkan SJH. Misalnya, menetapkan kebijakan halal yang disosialisasikan kepada pemangku kepentingan.

Contoh lainnya adalah pembentukan tim manajemen halal, pelaksanaan pelatihan baik internal maupun eskternal, prosedur tertulis audit internal pelaksanaan SJH (audit dilakukan setidaknya enam bulan sekali), dan kaji ulang manajemen minimal satu kali dalam setahun.

3. Siapkan dokumen persyaratan

Tahap selanjutnya adalah menyiapkan dokumen untuk sertifikasi halal.

Dokumen ini mencakup daftar produk, daftar bahan dan dokumen bahan, matriks produk, manual SJH, bukti kebijakan sosialisasi halal, bukti pelatihan internal, dan bukti audit internal.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai dokumen sertifikasi halal, cek di sini.

4. Daftar sertifikasi halal

Jika seluruh dokumen sudah lengkap, kamu dapat melakukan pendaftaran di website www.e-lppommui.org yang menggunakan system Cerol.

Di website tersebut kamu dapat membaca manual guide aplikasi Cerol agar lebih memahami prosedur sertifikasi halal.

Selanjutnya upload semua data sertifikasi agar pendaftaran kamu bisa diproses oleh LPPOM MUI.

Kamu pun akan mendapatkan nomor registrasi per kategori produk.

5. Monitoring dan pembayaran akad sertifikasi

Begitu selesai mendaftar, kamu harus memonitor pre audit setiap hari untuk melihat apakah ada ketidaksesuaian pada hasil pre audit.

Cek empat menu monitoring yaitu halal doc, produk, material, dan matriks.

Kamu juga mesti membayar biaya akad sertifikasi halal dengan mengirimkan e-mail ke Bendahara LPPOM MUI: bendaharalppom@halalmui.org.

Apa saja yang dicakup biaya akad sertifikasi halal MUI?

Ada empat hal yaitu biaya sertifikat halal, honor audit, biaya penilaian implementasi SJH, dan biaya publikasi di majalah Jurnal Halal.

Proses setelah upload dokumen hingga pre audit dan persetujuan akad memakan waktu hingga 20 hari kerja.

Modal perusahaan kamu terbatas untuk membayar sertifikasi halal MUI? Jangan khawatir.

Kamu bisa mengajukan pinjaman modal bisnis tambahan di KoinBisnis dari KoinWorks yang menawarkan solusi pendanaan non-bank.

Melalui KoinBisnis pelaku bisnis bisa memperoleh modal tambahan hingga Rp2 Miliar dengan bunga rendah mulai dari 0,75% per bulan. Segera ajukan agar bisnis kamu makin berkembang!

6.  Proses audit

Begitu perusahaan sudah lolos pre audit dan akad disetujui (biasanya setelah 15 hari kerja), audit akan dilakukan di semua fasilitas yang berkaitan dengan produk yang disertifikasi.

7. Monitoring setelah audit

Kamu harus melakukan monitoring setiap hari begitu proses audit terlaksana.

Tujuan dari monitoring ini adalah untuk memeriksa apakah ada ketidaksesuaian pada hasil audit. Jika ada, perbaikan pun bisa dilakukan.

8. Mendapatkan sertifikat halal

Proses audit, rapat komisi fatwa, hingga  terbitnya sertifikat halal membutuhkan waktu 40 hari kerja.

Begitu LPPOM MUI menyatakan kalau pendaftaran perusahaan kamu disetujui, kamu dapat download sertifikat halal dalam bentuk softcopy di Cerol.

Kamu dapat mengambil sertifikat asli di kantor LPPOM MUI Jakarta atau memintanya dikirim ke alamat perusahaan.

Sertifikat halal MUI berlaku selama dua tahun.

Begitu mendapatkan sertifikat halal MUI, jangan lupa mempromosikan bisnis kamu melalui #LokalSupportLokal, platform website inisiatif dari KoinWorks yang membantu pemilik usaha untuk menjangkau lebih banyak konsumen dengan memanfaatkan aset media sosial KoinWorks.

Tidak ada biaya yang dikenakan untuk fasilitas ini.

Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, kembangkan usahamu sekarang juga bersama KoinWorks