Intip Peluang Usaha Catering Rumahan Beserta 6 Tips Suksesnya

Intip Peluang Usaha Catering Rumahan Beserta 6 Tips Suksesnya – Catering rumahan sudah beroperasi sejak dulu dan hingga kini tetap menjadi usaha yang cukup menjanjikan.

Ini tidaklah mengherankan karena salah satu kebutuhan dasar manusia adalah makan.

Ditambah lagi, jumlah orang yang bekerja—terutama wanita—terus meningkat sehingga mereka seringkali tidak punya waktu untuk memasak sendiri.

Alhasil, mereka harus makan di restoran—yang biayanya sebenarnya tidak sedikit, atau membeli lauk pauk dari orang lain.

Dengan adanya situasi ini, kamu bisa mengambil peluang sebagai ‘pemasok’ makanan alias membuka usaha catering rumahan.

Dibanding bisnis restoran, catering rumahan memiliki modal yang lebih terjangkau.

Baca Juga: Sukses Pertahankan Karyawan, Ini Strategi Livehaf Hadapi Pandemi

Soalnya, nih, kamu tidak perlu menyewa tempat, membeli furniture, atau pun memperkerjakan karyawan dalam jumlah besar.

Salah satu modal kamu ketika usaha catering rumahan adalah peralatan memasak—yang mungkin sebagian besar sudah tersedia di rumah.  Ini tentulah menghemat biaya modal.

Selain itu, modal yang kamu butuhkan adalah bahan baku yang bisa didapatkan di pasar tradisional, pasar swalayan, atau pun melalui supplier yang dapat memberikan harga lebih murah untuk kontrak jangka panjang.

Tentunya, nih, kamu juga butuh bantuan tenaga kerja—terutama asisten di dapur untuk membantu proses memasak.

Jika memang ada bujet lebih, kamu dapat juga memperkerjakan seseorang untuk menangani marketing dan promosi karena ini merupakan aset penting dalam mengembangkan bisnis.

Namun yang patut diingat, jumlah orang yang menjalankan usaha catering rumahan tidaklah sedikit.

Artinya, kamu akan bersaing dengan banyak pengusaha catering lainnya.

Lalu bagaimana agar usaha catering rumahan kamu sukses dan diminati konsumen?

Berikut enam tipsnya!

1. Asah kemampuan memasak

Mungkin selama ini kamu andal memasak ayam goreng mentega atau cap cay.

Namun jika memang ingin usaha catering rumahan kamu terus berkembang, akan lebih baik jika kamu asah kemampuan memasak kamu untuk beragam menu.

Mulai dari beberapa menu masakan Nusantara hingga internasional.

Baca Juga: 7 Tips Sukses Bisnis Kopi di Tengah Pandemi

Tidak perlu menguasai semua jenis makanan—sebagai langkah awal cukup beberapa menu populer.

Apalagi, di era digital seperti sekarang, tutorial memasak bisa ditemui di berbagai website ataupun YouTube.

Kamu pun bisa menerima masukan dari keluarga mengenai masakan kamu agar rasanya menjadi lebih baik saat dipasarkan.

2. Riset pasar

Sambil meningkatkan kemampuan memasak, kamu juga harus melakukan riset mengenai usaha-usaha catering yang ada.

Cek jenis makanan apa yang ditawarkan oleh kompetitor, bagaimana mereka memasarkannya, harga tiap makanan atau paket, hingga komentar para konsumen yang membeli produk mereka.

Dengan begitu, kamu mendapat gambaran tidak hanya mengenai bisnis mereka, tapi juga bisa melihat apa yang sedang diminati masyarakat.

3. Tentukan brand dan konsep

Brand merupakan identitas usaha kamu.

Oleh karena itu, pikirkan dengan matang saat menentukan nama brand untuk menarik minat konsumen.

Bentuk brand yang catchy sehingga orang tergelitik untuk mencari tahu lebih lanjut mengenai usaha kamu.

Baca Juga: 4 Rekomendasi Sneakers Wanita Lokal dengan Desain Unik

Ini tentunya juga terkait dengan konsep catering rumahan kamu.

Jadi, tentukan juga konsepnya—misalnya apakah kamu mau lebih fokus untuk menu-menu diet, menu masakan pedas, menu Chinese food, atau menu simpel seperti nasi goreng atau mi goreng.

Target konsumen juga menentukan konsep kamu nantinya.

Apakah masakan kamu lebih ditujukan untuk pekerja kantoran, anak kos termasuk mahasiswa, anak-anak, atau keluarga?

Yang nggak kalah pentingnya, tentukan jumlah menu yang bisa diorder oleh konsumen.

Jika baru memulai usaha, ada baiknya pelanggan bisa pesan dalam jumlah minim atau satu paket.

Selain pesanan individual, tentunya kamu juga bisa menawarkan jasa catering untuk event atau acara—selama kamu memiliki tenaga kerja yang cukup.

4. Kualitas oke, harga bersaing

Kualitas makanan sangatlah penting untuk membuat konsumen selalu kembali memesan produk kamu.

Gunakan bahan dan bumbu yang segar dan berkualitas baik agar konsumen tidak menemukan masalah saat mengonsumsinya.

Selain kualitas, keterampilan memasak kamu sudah pasti penting agar konsumen menyukai rasanya.

Hindari mematok harga terlalu tinggi—apalagi saat kamu baru memulai bisnis.

Target awal kamu adalah meraih pelanggan sebanyak mungkin dan mempertahankan mereka.

Jika harga terlalu mahal, mereka akan melirik kompetitor lain yang menawarkan harga lebih murah.

Yang penting, nih, kamu masih mendapatkan profit—walau tidak terlalu tinggi—dan konsumen terus berdatangan.

5. Promosikan melalui media sosial

Sekarang merupakan era digital.

Jika punya bujet lebih, bisa saja kamu mencetak brosur untuk mempromosikan usaha catering rumahan.

Namun, hal terpenting adalah mempromosikannya melalui website dan media sosial.

Website penting untuk menjelaskan misi dan visi usaha, jadwal menu harian, hingga prosedur pemesanan.

Baca Juga: Selalu Habis Terjual, Ini Strategi Marketing Sepatu Compass!

Intinya, pelanggan bisa menemukan semua informasi dalam satu ‘rumah’.

Media sosial juga tidak kalah pentingnya untuk mempromosikan usaha kamu secara rutin.

Buatlah foto dari tiap menu semenarik mungkin agar orang-orang dimanjakan secara visual.

Begitu tertarik melihat fotonya, orang akan tergerak untuk mencoba rasanya yang berujung kepada pemesanan.

Selain itu, kamu juga bisa memasarkan masakan kamu melalui marketplace untuk meraih lebih banyak pelanggan.

Langkah lainnya adalah dengan mempromosikan usaha catering rumahan kamu lewat #LokalSupportLokal dari KoinWorks.

Program #LokalSupportLokal membantu mempromosikan produk/jasa pelaku UKM di microsite ini dan juga melalui Instagram dan Twitter resmi KoinWorks.

Tunggu apa lagi? Segara daftarkan bisnis kamu di https://lokalsupportlokal.id/!

6. Manfaatkan jejaring

Di awal usaha pasarkan produk kamu kepada teman-teman, tetangga, hingga mantan rekan kerja.

Sebagai strategi marketing, bisa juga kamu menawarkan menu kamu dengan harga spesial (atau gratis jika porsi tidak terlalu besar) untuk acara ulang tahun anak tetangga, arisan keluarga, maupun acara di komplek perumahan.

Biaya yang dikeluarkan bisa dimasukkan ke dalam bujet promosi agar orang lebih familiar terhadap masakan kamu.

Yang pasti, nih, saat melakukannya, pastikan kamu memberikan kartu nama, brosur, atau pun mengirimkan informasi digital kepada pelanggan yang berisi usaha kamu—mulai dari nomor kontak hingga media sosial dan website.

Dengan begitu, orang tahu ke mana mereka bisa menghubungi jika mereka tertarik memesan lagi.

Butuh modal tambahan untuk mempromosikan usaha catering rumahan?

KoinBisnis dari Koinworks memungkinkan kamu untuk mengajukan pinjaman untuk mengembangkan bisnis hingga Rp2 miliar.

Bunganya rendah, lho, mulai dari 0,75% per bulan. Segera cek informasi lengkapnya di sini.

Dengan modal yang cukup, usaha catering rumahan kamu pun bisa terus berkembang!