Modal Usaha Pom Mini Serta Perkiraan Keuntungan dan Tips Suksesnya

Pom bensin mini atau yang lebih dikenal dengan sebutan Pertamini menjadi salah satu bisnis jual beli bahan bakar minyak (BBM) yang cukup digandrungi pada saat ini. Nah, bagi kamu yang berminat untuk membuka usaha ini, tentunya perlu mengetahui berapa modal usaha pom mini terlebih dahulu.

Agar bisa mempersiapkan dana yang kamu butuhkan untuk membeli komponen-komponen penunjang usaha. Selain modal, kamu juga harus mengetahui perkiraan keuntungan dan tips sukses usaha jual beli BBM. Semua informasi tersebut bisa kamu dapatkan di bawah ini! 


Apa Itu Pom Mini?

Pom mini (pompa bensin mini) atau stasiun pengisian BBM mini merupakan salah satu usaha berjualan BBM secara eceran tanpa botol atau jerigen. Jadi, kamu hanya perlu memakai suatu alat berupa pompa manual yang dilengkapi gelas takaran atau dispenser layaknya SPBU.

Jenis usaha pom mini ini sudah ada sejak tahun 2012, tetapi baru populer sejak tanun 2014. Kios ini adalah solusi tempat pengisian bahan bakar untuk motor yang kehabisan BBM, namun lokasi SPBU terdekat masih jauh.

Selain menjual bensin dengan jenis Pertalite, kamu juga bisa berjualan bensin jenis Pertamax. Awalnya, usaha ini bukanlah bagian dari PT Pertamina. Namun, karena meningkatnya antusias masyarakat untuk menjalankan usaha ini, membuat Pertamina membuka peluang usaha resmi di bawah pengawasannya.

Jadi, kamu tidak perlu khawatir mengenai legalitas usaha jual beli BBM ini. Karena sudah terjamin dan bukan bisnis ilegal. Asalkan, kamu mendaftarkan diri sebagai mitra Pertamina di website resmi PT. Pertamina.


Modal yang Diperlukan Usaha Pom Mini

Berikut ini modal usaha untuk memulai bisnis pom bensin mini yang perlu kamu ketahui berdasarkan kategorinya:

1. Gold  

Bisnis pom mini kategori ini memerlukan modal sebesar Rp 250 juta. Modal tersebut sudah meliputi pembelian produk bensin jenis Pertamax atau jenis lainnya, biaya pengiriman, serta biaya pembangunan.  

2. Diamond  

Bagi kamu yang memiliki budget lebih, yakni sebesar Rp 400 juta, kamu bisa memilih kategori diamond untuk memulai bisnis Pertamini. Modal ini telah mencakup pembelian produk BBM, biaya instalasi, dan biaya pembangunan. Selain itu, kamu juga diperbolehkan untuk menjual produk pelumas dan gas LPG. 

3. Platinum  

Usaha pom mini untuk kategori platinum membutuhkan dana awal sebesar Rp 500 juta. Dana tersebut sudah termasuk pembelian produk bahan bakar, biaya instalasi, dan juga biaya pembangunan. Sama seperti kategori diamond, kamu juga berpeluang untuk menjual pelumas serta LPG Bright Gas.


Perkiraan Keuntungan Usaha POM Mini

Setelah mengetahui modal usaha pom mini, berikutnya kamu juga perlu mengetahui perkiraan keuntungannya seperti berikut ini: 

1. Gold  

Modal awal sebesar Rp 250 juta, memungkinkan kamu untuk membeli produk bahan bakar minyak dengan total Rp 20 juta yang sudah include biaya operasional per hari. Misalnya, harga Pertalite di SPBU Rp 7.650, kemudian kamu menjualnya di pom mini dengan harga Rp 9.000 per liter.

Maka, keuntungan yang akan kamu terima untuk satu liter Pertalite adalah Rp 1.350. Apabila kamu berhasil menjual BBM sebanyak 50 liter per harinya, maka perkiraan keuntungan usaha pom mini kamu dalam satu hari sebesar Rp 67.500.

Jadi, dalam satu bulan kamu akan mendapatkan keuntungan sebesar Rp 2.025.000. Estimasi balik modal maksimal sekitar 10 tahun, tergantung pendapatan penjualan yang kamu peroleh per harinya.

2. Diamond  

Bagi kamu yang memilih kategori diamond untuk memulai usaha pom mini, kamu berpeluang untuk membeli produk di awal sejumlah Rp 70 juta yang sudah mencakup biaya operasionalnya.

Jika, kamu memilih untuk menjual produk Pertamax yang harga belinya adalah Rp 12.500 per liter, lalu kamu menjualnya seharga Rp 14.000. Maka, profit yang kamu dapatkan sebesar Rp 1.500 per liternya. 

Bila kamu menjual Pertamax dalam satu hari sebanyak 50 liter, maka total keuntungan per hari senilai Rp 75.000. Sehingga, untuk satu bulannya kamu akan menerima laba senilai Rp 2.250.000. Perkiraan balik modal untuk kategori diamond sekitar 15 tahun lamanya dengan total penjualan 50 liter per hari.  

3. Platinum  

Modal usaha untuk pom mini kategori platinum yang seperti kamu ketahui adalah senilai Rp 500 juta. Nah, dengan modal awal tersebut kamu bisa membeli BBM senilai Rp 70 juta yang sudah meliputi biaya harian lainnya.

Apabila kamu menjual Pertalite yang harga belinya adalah Rp 7.650 per liter, lalu kamu menjualnya dengan harga Rp 8.500. Maka, laba yang akan kamu terima untuk satu liter Pertalite adalah Rp 850. 

Jika kamu menjual bensin dalam satu hari sebanyak 100 liter, maka perkiraan keuntungan untuk usaha pom mini kategori platinum ini adalah Rp 85.000. Dalam sebulan, kamu akan mendapatkan profit senilai Rp 2.550.000.

Estimasi balik modal untuk kategori platinum dengan total penjualan 100 liter per hari, yakni kira-kira selama 16 tahun. Namun, bila kamu berhasil menjual lebih banyak, maka akan semakin cepat pula balik modalnya. 


Tips Sukses Usaha Pom Mini

Selain memperhatikan modal awal, harga jual, serta keuntungan yang akan kamu dapatkan ketika menjalankan bisnis pom mini. Kamu juga perlu melakukan beberapa tips berikut ini supaya sukses dalam menjalankan usaha pom mini:

1. Harga Jual Tidak Terlalu Mahal  

Ketika menentukan harga jual untuk produk BBM yang kamu jual di pom mini, sebaiknya tidak terlalu mahal. Idealnya selisih harga dari SPBU yang bisa kamu tentukan adalah sekitar Rp 1.000 sampai Rp 1.500 lebih tinggi. Namun, masalah harga ini bisa kamu sesuaikan lagi dengan keadaan wilayah jualan kamu. Karena, biasanya beda lokasi, beda pula harganya.

2. Hindari Lokasi Dekat SPBU  

Harga BBM yang kamu jual di pom mini sudah tentu lebih mahal daripada di SPBU. Oleh sebab itu, sebaiknya kamu tidak berjualan di dekat SPBU. Karena, sudah pasti kamu kalah saing dalam masalah harga. Sehingga, peluang kamu untuk mendapatkan banyak pembeli akan semakin kecil. Jadi, sebaiknya kamu memilih lokasi jualan yang jauh dari SPBU.

3. Jaga Kualitas Layanan  

Supaya lebih cepat mendapatkan balik modal dari usaha pom mini, kamu juga perlu memperhatikan kualitas pelayanan kamu terhadap pembeli. Contohnya, selalu stand by di tempat jualan dan memberikan pelayanan yang ramah.

Beberapa kios Pertamini ada yang sering ditinggalkan oleh pekerja atau pemiliknya, sehingga pembeli akan merasa kesulitan. Selain itu, kamu juga perlu menyediakan tempat parkir yang mudah bagi pembeli. Agar proses pengisian BBM tidak menyulitkan pihak pembeli.

Kemudian, kamu juga harus memastikan bahwa mesin pengisi telah kamu setting dengan tepat dan takarannya pas. Apabila mesin kamu mengalami masalah, sebaiknya segera melakukan perbaikan. Supaya pembeli tidak kecewa dan mau kembali lagi untuk membeli BBM di kios kamu.

4. Jangan Menjual BBM Campuran  

Kepercayaan konsumen adalah harga mati untuk semua pedagang. Karena, jika kamu sekali saja membuat konsumen kecewa. Maka akan mengakibatkan kerugian besar bagi usaha kamu. 

Oleh karena itu, kamu harus memperhatikan dan menjaga kualitas produk bahan bakar yang kamu jual. Jangan coba-coba untuk menjual bensin campuran. Meskipun tampak menguntungkan, tapi hal tersebut tidaklah benar dan merugikan konsumen kamu. 

Mereka pasti akan kecewa ketika mengetahuinya dan membuatnya tidak mau membeli produk jualan kamu lagi. Lebih bahayanya lagi, bisa jadi konsumen tersebut akan menyampaikan kepada pembeli lainnya tentang hal itu. Sehingga, tidak ada lagi orang yang mau membeli BBM di kios kamu.

5. Waspada dengan Kompetitor  

Memulai usaha pom mini dapat dilakukan oleh siapa saja, asalkan mereka memiliki modal yang cukup. Oleh sebab itu, jangan kaget bila kamu mempunyai kompetitor yang lokasinya dekat dengan kamu.

Trik yang bisa kamu coba adalah dengan memainkan harga jual. Apabila kompetitor menjual dengan selisih harga Rp 1.500, maka kamu bisa menjual BBM dengan keuntungan Rp 1.000 saja.


Tertarik Buka Usaha Pom Mini?

Nah, seperti itulah penjelasan singkat tentang modal usaha pom mini sekaligus perkiraan keuntungan serta beberapa tips suksesnya. Semoga bisa membantu kamu yang tertarik untuk membuka usaha pom mini.


Belum memutuskan mau usaha apa? Kamu bisa temukan inspirasi dan tips bisnis lainnya melalui situs #LokalSupportLokal, wadah berbagi dukungan untuk para pebisnis pemula.

Baca juga:

Mimpinya kembangkan bisnis di pasar global
Kenyataannya masih kurang modal


Eits .. Jangan sedih!
KoinBisnis bisa kasih kamu pinjaman modal sampai dengan Rp. 2 Miliar

Simulasikan pinjamanmu sekarang!
Kalkulator Simulasi Pinjaman
Ketahui maksimum pinjaman dan cicilan per bulan
+62
Estimasi jumlah maksimum pinjaman

Rp

Estimasi cicilan bulanan
  • Tenor 6 bulan: Rp
  • Tenor 12 bulan: Rp
  • Tenor 24 bulan: Rp

Install aplikasi KoinWorks dan mulai ajukan pinjaman di KoinBisnis!

Ajukan Pinjaman Sekarang

Cek SKOR Kredit

Klik Gambar Dibawah!

Artikel Terpopuler

usaha-barbershop

Tips Sukses Memulai Usaha Barbershop

Tips Sukses Memulai Usaha Barbershop - Ingin memulai bisnis barbershop namun bingung mulai dari mana? Usaha barbershop (pangkas rambut) memang berkembang cukup pesat terutama...
Simply Fresh Laundry

Simple, Ini Cara Raih Untung dengan Bisnis Waralaba Simply Fresh Laundry!

Bagi kamu yang pernah tinggal di kawasan pemukiman dan daerah kampus di Yogyakarta, pasti sudah tidak asing dengan brand Simply Fresh Laundry. Berawal dari usaha...
usaha bengkel mobil

Tertarik Usaha Bengkel Mobil? Ini Estimasi Modal dan Tips Suksesnya

Indonesia merupakan salah satu negara yang dikenal dengan tingginya jumlah pengguna mobil. Hal ini pun terlihat dari padatnya ruas jalan di kota-kota besar—yang dipenuhi oleh...
cara memilih supplier usaha kuliner

7 Tips Mencari Supplier yang Tepat Untuk Usaha Kuliner Kamu

Peluang usaha kuliner semakin bersinar di tahun 2021. Meski di tengah pandemi corona, usaha kuliner tidak terlalu terkena dampak ekonomi yang menurun. Sebaliknya, justru semakin banyak keuntungan bisnis yang...
bisnis sambal kemasan

Alasan Untuk Segera Memulai Bisnis Sambal Kemasan

Alasan Untuk Segera Memulai Bisnis Sambal Kemasan - Sambal masih menjadi primadona yang identik dengan kebanyakan santapan khas Indonesia. Rasanya yang pedas dan lezat menambah...

Artikel Terkait