Perhitungan Modal dan Keuntungan Usaha Jual Beli dan Sewa Sepeda

Di tengah pandemi, gaya hidup sehat makin banyak diterapkan oleh masyarakat.

Salah satunya melalui olahraga, khususnya bersepeda.

Selain bisa menggerakkan otot dan meningkatkan daya tahan tubuh, bersepeda juga kerap memberikan ketenangan batin berkat udara segar yang dihirup dan pemandangan indah yang disajikan di depan mata.

Tidak heran, olahraga ini pun menjadi tren alias diminati masyarakat luas.

Bagi kamu yang tertarik menjalankan usaha sendiri, bisnis sepeda patut dicoba—baik jual beli maupun sewa.

Baca tuntas artikel ini untuk mencari tahu perhitungan modal dan keuntungan dari masing-masing bisnis tersebut.

Sebelum menjalankan usaha jual beli maupun sewa sepeda, beberapa hal berikut harus diperhatikan.

1. Tentukan target konsumen

Harga sepeda baru sangatlah beragam—ada yang bisa dimiliki dengan modal sekitar Rp1 juta, namun tidak sedikit yang harganya lebih dari Rp10 juta.

Sebelum berbisnis, kamu harus menentukan tipe sepeda yang akan dijual.

Dengan begitu, kamu akan lebih efektif membidik konsumen.

Jika mau menargetkan konsumen kelas atas, misalnya, artinya kamu hanya akan menjual sepeda mahal.

Lain halnya kalau yang kamu bidik adalah warga menengah—akan lebih baik menjual sepeda yang harganya terjangkau atau di bawah Rp5 juta.

Baca juga: Perhitungan Modal dan Keuntungan Menjalankan Usaha Nasi Goreng

2. Tingkatkan pengetahuan tentang sepeda

Saat hendak membeli suatu barang, konsumen biasanya memiliki beberapa pertanyaan.

Tidak hanya tentang harga, tapi juga hal teknis seperti suku cadang dan cara perawatan.

Oleh karena itu, pastikan kamu mengetahui seluk beluk sepeda sebelum terjun ke bidang ini.

Berbagai informasi di internet dapat dijadikan sumber.

Alternatif lain, kamu dapat merekrut pegawai yang memang memahami tentang sepeda dan juga pencinta olahraga ini.

Dengan begitu, konsumen akan merasa sangat tertolong ketika ada pertanyaan-pertanyaan yang membutuhkan pendapat ‘ahli’.

Ini juga merupakan bagian dari servis yang akan sangat dihargai oleh pelanggan.

Baca juga: Tertarik Usaha Bengkel Mobil? Berikut Estimasi Modal dan Tips Suksesnya!

3. Perluas layanan

Jika memiliki modal yang cukup, kamu juga dapat merekrut pegawai tambahan untuk memberikan servis sepeda.

Dengan begitu, pelanggan tahu ke mana harus mencari bantuan jika sepeda yang mereka beli mengalami masalah.

Servis ini bisa diberikan gratis selama enam bulan sejak pembelian—kecuali untuk suku cadang harus membeli.

Di luar jangka waktu tersebut, konsumen pun diharuskan membayar biaya servis.

Ini akan menjadi nilai plus dari toko kamu!

Jika modal masih minim sehingga tidak bisa merekrut lebih banyak karyawan, kamu dapat memberikan layanan ini setelah usaha berkembang.

Baca juga: Intip Peluang Usaha Sewa Perlengkapan Mendaki dan Tips Suksesnya

4. Bidik komunitas

Salah satu cara untuk menggaet konsumen adalah mendekati komunitas pencinta sepeda.

Kamu bisa memulainya dari orang-orang terdekat dan mempromosikan tokomu.

Jika perlu, sesekali ikutlah menggowes bareng mereka dengan produk sepeda yang kamu jual di toko.

Begitu menjadi bagian dari komunitas, mereka pun tidak akan sungkan mempromosikan tokomu ke orang lain.

Baca juga: 8 Tips Menjalankan Bisnis Sampingan

5. Promosi

Promosi diperlukan untuk branding—salah satu cara yang dapat kamu lakukan adalah membuat akun media sosial tokomu.

Melalui akun tersebut, kamu bisa mempromosikan jenis sepeda yang dijual.

Selain itu, kamu juga bisa posting tentang seluk beluk sepeda—seperti cara perawatan atau jenis-jenis suku cadang.

Ini merupakan cara tepat meraih perhatian orang, yaitu melalui tips terkait bersepeda.

Hal lain yang bisa dicoba adalah memberikan kuis di media sosial dengan hadiah berupa voucher potongan harga ketika membeli atau menyewa sepeda.

6. Prosedur penyewaan yang pas

Ini khusus bagi kamu yang usahanya lebih fokus kepada penyewaan sepeda.

Mengingat harga sepeda yang mahal, pastikan kamu memiliki prosedur yang aman ketika menyewakannya.

Misalnya, dengan meminta penyewa untuk meninggalkan kartu identitas asli saat menyewa, seperti KTP atau SIM.

Saat penyewa mengambil sepeda sewaan, kamu juga bisa mengambil foto penyewa dan sepeda yang disewa untuk bukti—selain slip pembayaran sewa tentunya.

Selain itu, berikan juga catatan ketentuan penyewaan.

Catatan ini tidak hanya berisi informasi untuk pengambilan dan pengembalian sepeda, tapi juga tentang sanksi jika sepeda mengalami kerusakan atau bila kunci, rantai, atau helm sepeda hilang.

Hal ini penting untuk kenyamanan penyewa dan juga pemilik usaha.

Baca juga: Menjanjikan! Raih Peluang Usaha Sewa Perlengkapan Bayi

Perhitungan modal dan keuntungan jual beli sepeda

Jumlah modal usaha ini tergantung dari jenis sepeda yang dijual dan seberapa besar usaha yang kamu jalankan.

Di perhitungan ini, anggaplah kamu membidik masyarakat menengah dan menjual 15 sepeda gunung dan 15 sepeda lipat di awal usaha.

Modal investasi bulanan:

  • 15 sepeda lipat: Rp26.250.000 (@Rp1.750.000)
  • 15 sepeda gunung: Rp18.000.000 (@Rp1.200.000)
  • Suku cadang dan aksesori sepeda (helm, jok, pedal, stang, dan lain-lain): Rp10.000.000

Total modal investasi bulanan: Rp54.250.000

Biaya operasional bulanan

  • Gaji 1 pegawai: Rp4.500.000
  • Listrik: Rp300.000
  • Sewa tempat: Rp2.000.000
  • Biaya penyusutan peralatan: Rp1.200.000
  • Promosi: Rp500.000
  • Lain-lain: Rp500.000

Total biaya operasional bulanan: Rp9.000.000

Berapa keuntungan yang akan didapat tiap bulannya?

Anggaplah kamu menjual habis 30 sepeda dalam sebulan dengan harga jual 30% lebih tinggi dibanding harga beli dari supplier.

Hal ini juga berlaku untuk suku cadang dan aksesori yang habis terjual di satu bulan.

Dengan begitu, harga jual satu sepeda lipat adalah Rp2.275.000 dan harga jual satu sepeda gunung adalah Rp1.560.000.

Untuk suku cadang dan aksesori, total pemasukan adalah Rp13.000.000 (modal awal Rp10.000.000).

Maka, jika dalam sebulan, berikut perhitungannya untuk pemasukan kotor:

Rp34.125.000 (15 sepeda lipat)+ Rp23.400.000 (15 sepeda gunung) + Rp13.000.000 (suku cadang dan aksesori) = Rp70.525.000.

Maka, laba bersih yang kamu dapatkan adalah pemasukan kotor dikurangi modal awal dan biaya operasional:

Rp70.525.000 – Rp 54.250.000 – Rp9.000.000 = Rp7.275.000.

Tentunya, nih, laba bersih ini bisa lebih tinggi atau lebih rendah—tergantung harga yang kamu dapatkan dari supplier dan harga jual yang kamu terapkan.

Baca juga: Tips Berjualan Merchandise K-Pop, Makin Laris di 2021!

Perhitungan modal dan keuntungan sewa sepeda

Jumlah modal sewa sepeda sangatlah relatif, tergantung kamu mau melakukannya dalam skala kecil atau besar.

Kamu dapat memulainya dalam skala sedang alias bermodalkan 10 sepeda yang terdiri atas lima sepeda lipat dan lima sepeda gunung.

Modal investasi awal

  • 5 sepeda lipat: Rp8.750.000 (@Rp1.750.000)
  • 5 sepeda gunung: Rp6.000.000 (@Rp1.200.000)
  • Suku cadang: Rp3.000.000
  • Aksesori (helm sepeda): Rp2.000.000

Total: Rp19.750.000

Biaya operasional:

  • Gaji 2 pegawai paruh waktu: Rp4.000.000
  • Sewa tempat titik pertemuan sewa sepeda: Rp1.000.000
  • Promosi: Rp500.000
  • Biaya perawatan: Rp500.000
  • Lain-lain: Rp500.000

Total biaya operasional bulanan: Rp6.500.000

Berapa keutungan dari usaha sewa sepeda?

Lagi-lagi ini tergantung dari biaya sewa yang kamu kenakan.

Misalnya, kamu memiliki biaya sewa yang beragam sebagai berikut:

  • Biaya sewa per enam jam sepeda lipat: Rp30.000
  • Biaya sewa per enam jam sepeda gunung: Rp20.000
  • Biaya sewa per 12 jam sepeda lipat: Rp70.000
  • Biaya sewa per 12 jam sepeda gunung: Rp45.000.
  • Biaya sewa per 24 jam sepeda lipat: Rp150.000
  • Biaya sewa per 24 jam sepeda gunung: Rp110.000

Anggaplah tiap minggunya ada total 60 penyewa dengan klasifikasi sebagai berikut:

  • 10 orang menyewa 24 jam sepeda gunung: Rp1.100.000
  • 10 orang menyewa 24 jam sepeda lipat: Rp1.500.000
  • 10 orang menyewa 12 jam sepeda gunung: Rp450.000
  • 10 orang menyewa 12 jam sepeda lipat: Rp700.000
  • 10 orang menyewa 6 jam sepeda gunung: Rp200.000
  • 10 orang menyewa 6 jam sepeda lipat: Rp300.000

Total pemasukan tiap minggu: Rp4.250.000

Jika sebulan ada empat minggu, maka total pemasukan tiap bulan adalah Rp17.000.000.

Laba bersih yang didapatkan tiap bulan adalah total pemasukan dikurangi biaya operasional:

Rp17.000.000 – Rp 6.500.000 = Rp 11.500.000.

Maka, kamu pun dapat balik modal setelah bulan kedua:

Rp19.750.000: Rp11.500.000 = 1,7 bulan.

Sudah siap menjalankan usaha sepeda?

Artikel Terpopuler

bunga pinjaman bank mandiri

Cari Modal Usaha? Yuk Cermati Bunga Pinjaman Bank Mandiri tahun 2021!

Cari Modal Usaha? Yuk Cermati Bunga Pinjaman Bank Mandiri tahun 2021! - Bingung mencari pinjaman modal usaha terbaik? Bagi kamu yang berniat merintis bisnis,...
alasan bisnis gagal

5 Ide Bisnis yang Bisa Berkembang di Era New Normal

5 Ide Bisnis yang Bisa Berkembang di Era New Normal - Saat ini, pasti kita sering mendengar sebuah istilah yang bernama ‘New Normal’. Baik...
bisnis saat new normal

Bisnis Saat New Normal, Ini 6 Hal yang Harus Diperhatikan

Bisnis Saat New Normal, Ini 6 Hal yang Harus Diperhatikan - Selamat datang di era new normal. Setelah pandemi berlangsung berbulan-bulan di Indonesia, inilah saat...
cara membuat buku kas harian

Bye Pembukuan Manual! Ini Cara Mencatat Buku Kas Harian Paling Praktis

Jika jeli mencari peluang bisnis, ada berbagai kesempatan dan potensi usaha yang menguntungkan bertebaran di sekitar kita.Apalagi kemajuan teknologi melalui aplikasi memudahkan para pelaku usaha untuk...
rekomendasi sneakers lokal wanita

4 Rekomendasi Sneakers Wanita Lokal dengan Desain Unik

4 Rekomendasi Sneakers Wanita Lokal dengan Desain Unik - Sepatu alas karet, atau sneakers, awalnya difungsikan sebagai sepatu olahraga sebelum beralih menjadi...

Artikel Menarik Lainnya

Artikel Terkait