Tips Sukses Memulai Usaha Minimarket untuk Pemula

Gaya hidup modern membuat usaha Minimarket semakin menjanjikan karena adanya peralihan dari berbelanja ke pasar tradisional ke Minimarket. Selain itu, bisnis ini juga mampu melayani berbagai kebutuhan konsumen secara praktis. Oleh karena itu, simak tips memulai usaha  Minimarket di bawah ini, yuk!

Tips Sukses Memulai Usaha Minimarket

Meskipun mempunyai peluang usaha yang menjanjikan, tetapi usaha Minimarket memiliki banyak kompetitor yang perlu kamu perhatikan. Oleh sebab itu, ketika hendak memulai usaha Minimarket, kamu membutuhkan perencanaan matang serta modal yang cukup. Nah, berikut adalah cara dan tips sukses yang dapat kamu terapkan.

1. Mempersiapkan Modal

Poin pertama yang perlu kamu perhatikan adalah tahap mempersiapkan modal. Selain itu, tahap ini juga termasuk dalam menggunakan atau mengatur modal dengan sebaik mungkin.

Usaha ini memiliki variasi modal yang cukup bervariasi. Nah, uang yang kamu butuhkan berada di rentang modal Rp50.000.000 sampai Rp1.000.000.000. Tentunya, kisaran modal ini tidaklah sedikit. Namun, jika belum memiliki tabungan atau modal yang cukup, kamu dapat memanfaatkan jasa peer to peer lending, joint venture, atau pinjaman bank.

Nah, dengan modal yang cukup banyak, kamu hendaknya perlu mengatur modal dengan sebaik mungkin, yaitu dengan memiliki prioritas dalam penggunaan modal tersebut. Tentu saja, gunakanlah modal untuk kebutuhan usaha yang paling mendesak dan penting, yaitu utamakan alat dan bahan yang esensial untuk bisnis.

2. Memilih Minimarket Waralaba atau Mandiri

Usaha Minimarket tentunya dapat dimulai dengan sistem waralaba, tetapi ada pilihan untuk mendirikannya dengan konsep serta nama buatan sendiri. Nah, di antara dua pilihan ini, pertimbangkanlah kelemahan dan kelebihannya masing-masing.

Jika ingin menggunakan brand milikmu sendiri, terdapat kendala modal yang umumnya jauh lebih besar ketimbang usaha waralaba. Selain itu, tantangan lain yang kamu hadapi adalah membangun awareness konsumen terhadap brand minimarket milikmu.

Namun, sebagai pemula dalam bisnis minimarket, pilihan untuk membuka usaha waralaba cenderung membutuhkan modal yang lebih murah. Tidak hanya itu, kamu tidak perlu membangun awareness dari nol karena usaha waralaba sudah memiliki brand tersendiri di mata konsumen. 

Selain itu, bisnis waralaba juga sudah menawarkan sistem pemasaran dan konsep usaha yang akan memudahkanmu dalam menjalankan bisnis ini. Namun, jika tertarik untuk memulai dengan brand milikmu sendiri, pastikanlah untuk memiliki pengalaman terlebih dahulu dalam usaha di bidang ini.

3. Mempersiapkan Legalitas atau Izin Usaha

Selanjutnya, persiapkanlah berbagai persyaratan hukum untuk mendirikan usaha sesuai dengan ketetapan pemerintah pusat dan daerah. Nah, untuk membangun bisnis dengan skala usaha kecil, misalnya minimarket rumahan kecil, kamu hanya perlu memerlukan surat izin usaha.

Namun, untuk bisnis yang lebih besar, terdapat beberapa syarat yang perlu kamu penuhi. Misalnya, surat pendaftaran untuk membeli lisensi waralaba, surat keterangan domisili perusahaan, SIUP, surat izin gangguan, dan lain sebagainya.

Selain itu, terdapat beberapa jenis barang yang membutuhkan izin usaha lebih jika kamu menjualnya. Contohnya, minuman beralkohol yang memerlukan izin usaha khusus, yang syaratnya diatur oleh Dinas Koperasi dan UMKM setempat.

4. Menemukan Lokasi Usaha Strategis

Lokasi usaha yang strategis amat menentukan sukses atau tidaknya usaha Minimarket. Oleh karena itu, salah satu tahap awal sebelum memulai bisnis ini adalah menentukan lokasi strategis atau tempat usaha yang mudah ditemukan.

Nah, pertimbangkanlah lokasi yang dekat dengan berbagai aktivitas keseharian, misalnya daerah sekitar terminal, area perumahan, kompleks perkantoran, area kos-kosan, dan lain sebagainya.

Oleh sebab itu, jangan lupa menyediakan waktu yang cukup untuk melakukan survei lokasi atau dengan mencari tahu informasi penting lainnya di Dinas Koperasi daerahmu.

5. Mempertimbangkan Area Parkir dan Tempat Duduk

Selain lokasi strategis, pertimbangkanlah area parkir di daerah tempat kamu akan mendirikan minimarket. Tentunya, menyediakan lahan parkir yang cukup merupakan cara untuk menjaga kenyamanan konsumen dalam berbelanja. Oleh sebab itu, perhatikanlah seberapa luas area parkir di kandidat lokasi tempat usahamu.

Selanjutnya, kamu perlu mempertimbangkan apakah minimarket tersebut membutuhkan tempat duduk untuk konsumen atau tidak. Nah, fasilitas ini tentunya juga dapat menjaga kenyamanan konsumen dalam berbelanja. 

Namun, opsi untuk menyediakan tempat duduk ini harus kamu sesuaikan dengan seberapa besar usaha yang kamu miliki. Jika belum memungkinkan, sebaiknya jangan kamu paksakan.

6. Meningkatkan Kuantitas dan Kualitas Barang

Selanjutnya, kuantitas dan kualitas barang adalah dua faktor yang wajib kamu perhatikan untuk meningkatkan keberhasilan usaha Minimarket. Dalam hal ini, perhatikan masa kedaluwarsa berbagai produk yang kamu miliki. Oleh karena itu, kamu harus membuat sistem pengecekan harian, mingguan, dan bulanan.

7. Menyediakan Berbagai Perlengkapan

Selain lahan parkir dan tempat duduk, terdapat berbagai perlengkapan lainnya yang perlu kamu sediakan. Nah, perlengkapan-perlengkapan ini begitu esensial untuk mendukung kelancaran bisnis ini.

Berbagai keperluan yang dimaksud adalah rak barang-barang, mesin kasir, kamera CCTV, kulkas minuman, alarm keamanan, router, mesin printer, mesin pembayaran non tunai, dan lain sebagainya.

Namun, jika membeli lisensi dengan sistem waralaba, kamu memiliki berbagai keuntungan dalam penyediaan perlengkapan. Umumnya, sistem waralaba telah menyediakan berbagai perlengkapan tersebut oleh perusahaan induk. Dengan demikian, kamu tidak perlu repot untuk membuat daftar perlengkapan yang dibutuhkan.

8. Menyediakan Paket Belanja

Paket belanja atau promo pembelian dapat menarik perhatian konsumen.  Oleh sebab itu, pastikan kamu membuat paket belanja tertentu atau promo pembelian. Nah, dengan membuat paket belanja, tentunya konsumen akan lebih tertarik untuk berbelanja di tempatmu.

Umumnya, paket belanja dengan sistem bundling akan membuat konsumen merasa lebih menghemat pengeluarannya.

Selain itu, buatlah paket belanja dengan produk yang saling mendukung kebutuhan konsumen. Contohnya, dengan membuat paket belanja produk yang terdiri dari berbagai kebutuhan kebersihan badan, misalnya sikat dan pasta gigi, sabun, sampo, dan lain sebagainya.

9. Mencari Supplier dan Mempersiapan Barang

Selanjutnya, usaha Minimarket milikmu membutuhkan supplier barang yang tepat. Namun, langkah ini memiliki risiko karena kamu harus memesan dalam jumlah yang banyak. Selain itu, terdapat pula biaya dari jasa pengangkutan dari gudang stok ke minimarket.

Nah, jika kamu menggunakan bisnis waralaba, biasanya supplier telah disiapkan oleh sistem sehingga kamu tidak perlu repot mengatur berbagai barang yang dibutuhkan. Namun, tentunya kamu tetap harus mempersiapkan stok barang yang sesuai dengan kebutuhan bisnis tersebut.

Mungkin kamu akan kebingungan untuk menentukan produk apa saya yang harus dijual. Misalnya, terdapat banyak merek sabun mandi sehingga kamu tidak dapat menyediakan semua merek di dalam minimarket milikmu.

Oleh karena itu, kamu harus memahami target pasar dari usaha ini. Nah, cara sederhana yang dapat kamu lakukan adalah dengan melihat merek mana yang paling laris di laporan penjualan. Dengan demikian, kamu memiliki gambaran mana brand  yang mendatangkan banyak keuntungan.

Selain itu, jika lokasi usaha Minimarket milikmu berada di area perumahan, umumnya produk keperluan rumah tangga akan lebih diminati. Nah, berbeda dengan area yang dekat dengan perkantoran. Produk kopi atau menu sarapan mungkin akan lebih sering dicari oleh konsumen.

10. Memilih Karyawan yang Tepat

Bisnis ini memiliki risiko terhadap kehilangan barang. Tentunya, risiko tersebut dapat saja berasal dari tindak pencurian yang dilakukan oleh pembeli atau pegawai internal. Oleh karena itu, dengan memilih karyawan secara tepat, risiko ini dapat kamu minimalisir.

Memilih pegawai secara cermat, dapat kamu perhatikan dengan melihat bagaimana cara mereka dalam menghadapi konflik atau suatu masalah. Nah, kemampuan ini penting bagi karyawan ketika berhadapan dengan kondisi pembeli yang melakukan tindak pencurian. 

Dengan demikian, karyawan tersebut dapat bertindak dan mengambil keputusan yang tepat dan rasional.

Namun, kamu juga harus memperhatikan kelayakan gaji dan hak karyawan. Tentunya, risiko kerugian akan bisa diminimalisir jika kamu memiliki karyawan yang terpenuhi hak serta kewajibannya.

11. Melakukan Cuci Gudang

Setelah usaha Minimarket berjalan beberapa waktu, kamu dapat melakukan program cuci gudang untuk menarik perhatian pembeli. Umumnya, program ini menawarkan harga yang jauh lebih murah untuk konsumen. Dengan demikian, akan semakin banyak konsumen yang berbelanja di minimarket milikmu.

Namun, program cuci gudang juga memiliki tujuan lain selain untuk menarik minat pembeli. Nah, tujuannya adalah mengeluarkan produk lama yang memiliki desain ketinggalan zaman sehingga akan terkesan kusam.

Tentu saja, program cuci gudang hanya dapat kamu lakukan untuk produk yang mungkin tidak memiliki masa kedaluwarsa, misalnya deterjen atau pembersih lantai. Oleh sebab itu, buatlah program cuci gudang pada periode waktu tertentu, misalnya setiap akhir tahun.

12. Melakukan Inovasi

Bisnis yang menjual berbagai produk kebutuhan harian ini memang terkesan konvensional dan monoton. Namun, untuk meningkatkan penjualan atau menarik perhatian konsumen, kamu harus melakukan strategi promosi yang berbeda dengan kompetitor.

Kamu dapat memulai strategi pemasaran dengan melihat tren yang sedang berkembang di media sosial, contohnya TikTok. Selanjutnya, mulailah membuat konten-konten menarik untuk usahamu. Nah, cara ini ampuh meningkatkan penjualan terutama untuk kamu yang berbisnis minimarket dengan menggunakan brand sendiri.

13. Buat Aspek Pembeda dengan Kompetitor

Selanjutnya, usaha Minimarket milikmu membutuhkan sedikit pembeda yang akan membuat konsumen akan lebih melirik bisnismu ketimbang kompetitor. Oleh sebab itu, kamu perlu memberikan pembeda atau alasan mengapa konsumen harus berbelanja di tokomu daripada toko milik kompetitor.

Misalnya, dengan sistem penyusunan rak yang lebih menarik, pelayanan ramah, harga jual yang lebih menarik, dan lain sebagainya.

14. Melakukan Perbaikan atau Evaluasi Berkala

Musim liburan atau akhir tahun merupakan saat di mana konsumen tidak terlalu ramai. Oleh sebab, manfaatkan situasi ini untuk melakukan perbaikan atau evaluasi di tokomu. Nah, mulailah dari hal-hal kecil yaitu merapikan rak, membersihkan dinding, hingga meninjau strategi pemasaran dan dampaknya terhadap penjualan.

Tentu saja, dengan menyediakan waktu yang cukup dan senggang, kamu dapat melakukan analisis lebih mendalam untuk mengevaluasi keberhasilan minimarket milikmu. Oleh sebab itu, jangan lupa untuk selalu menerapkan evaluasi secara berkala untuk setiap keputusan yang kamu buat dalam bisnis ini.

Yuk, Coba Tips Menjalankan Usaha Minimarket Sekarang!

Itu dia beberapa tips untuk menjalankan usaha mimarket.

Tentu saja, berbagai tips sukses tersebut dapat kamu sesuaikan dengan kebutuhanmu.

Yuk, terapkan tips tersebut sebelum memulai usaha minimarket!


Temukan inspirasi lainnya tentang tips bisnis hanya di lokalsupportlokal.id

Mimpinya kembangkan bisnis di pasar global
Kenyataannya masih kurang modal


Eits .. Jangan sedih!
KoinBisnis bisa kasih kamu pinjaman modal sampai dengan Rp. 2 Miliar

Simulasikan pinjamanmu sekarang!
Kalkulator Simulasi Pinjaman
Ketahui maksimum pinjaman dan cicilan per bulan
+62
Estimasi jumlah maksimum pinjaman

Rp

Estimasi cicilan bulanan
  • Tenor 6 bulan: Rp
  • Tenor 12 bulan: Rp
  • Tenor 24 bulan: Rp

Install aplikasi KoinWorks dan mulai ajukan pinjaman di KoinBisnis!

Ajukan Pinjaman Sekarang

Cek SKOR Kredit

Klik Gambar Dibawah!

Artikel Terpopuler

usaha-barbershop

Tips Sukses Memulai Usaha Barbershop

Tips Sukses Memulai Usaha Barbershop - Ingin memulai bisnis barbershop namun bingung mulai dari mana? Usaha barbershop (pangkas rambut) memang berkembang cukup pesat terutama...
Simply Fresh Laundry

Simple, Ini Cara Raih Untung dengan Bisnis Waralaba Simply Fresh Laundry!

Bagi kamu yang pernah tinggal di kawasan pemukiman dan daerah kampus di Yogyakarta, pasti sudah tidak asing dengan brand Simply Fresh Laundry. Berawal dari usaha...
usaha bengkel mobil

Tertarik Usaha Bengkel Mobil? Ini Estimasi Modal dan Tips Suksesnya

Indonesia merupakan salah satu negara yang dikenal dengan tingginya jumlah pengguna mobil. Hal ini pun terlihat dari padatnya ruas jalan di kota-kota besar—yang dipenuhi oleh...
cara memilih supplier usaha kuliner

7 Tips Mencari Supplier yang Tepat Untuk Usaha Kuliner Kamu

Peluang usaha kuliner semakin bersinar di tahun 2021. Meski di tengah pandemi corona, usaha kuliner tidak terlalu terkena dampak ekonomi yang menurun. Sebaliknya, justru semakin banyak keuntungan bisnis yang...
bisnis sambal kemasan

Alasan Untuk Segera Memulai Bisnis Sambal Kemasan

Alasan Untuk Segera Memulai Bisnis Sambal Kemasan - Sambal masih menjadi primadona yang identik dengan kebanyakan santapan khas Indonesia. Rasanya yang pedas dan lezat menambah...

Artikel Terkait