3 Kisah Pengusaha Sukses yang Memulai Bisnis dari Nol

Menjalankan bisnis sendiri memang tidak mudah dan penuh tantangan.

Untuk meraih kesuksesan, diperlukan usaha keras dan prosesnya pun tidak sebentar.

Namun, jangan jadikan hal ini sebagai penghalang untuk mencoba berbisnis.

Coba, deh, belajar dari 3 kisah pengusaha sukses berikut, yang memulai bisnis mereka dari nol.

Kisah mereka sangat inspiratif dan bisa dijadikan sebagai motivasi untuk menjalankan usaha sendiri.

1. Hendy Setiono

Melalui usaha kebab Turki Baba Rafi, Hendy Setiono meraup omzet hingga triliunan rupiah setiap bulannya.

Namun, sebelumnya Hendy mengalami jatuh bangun ketika memulai usahanya di tahun 2003.

Tanpa pengalaman berbisnis, Hendi nekat membuka usaha kebab Turki setelah mengunjungi orangtuanya di Qatar.

Saat melihat kebab di negara tersebut, ia pun terinspirasi untuk menjualnya di Surabaya.

Ia lalu memulai bisnis kebab dengan modal Rp4 juta yang ia pinjam dari adiknya.

Modal itu ia gunakan untuk membeli satu gerobak dan membuat kebab.

Saat itu, Hendy sama sekali tidak memahami perencanaan bisnis maupun strategi marketing.

Ia menerapkan prinsip learning by doing dan pemasaran pun ia lakukan secara manual.

Mulai dari membagikan selebaran hingga berpartisipasi di acara radio berupa salam tempel yang sebenarnya mempromosikan usahanya.

Tidak jarang Hendy menelepon dan memberi salam fiktif seakan-akan meminta seseorang untuk menunggunya di gerai Baba Rafi.

Hasilnya, pendengar radio tersebut jadi familiar dengan brand kebabnya.

Keuntungan gerai pertama ia gunakan untuk membuka cabang kedua, lalu keuntungan dari cabang kedua ia gunakan untuk membuka cabang ketiga.

Di tahun pertama Hendy pun berhasil membuka enam cabang Baba Rafi.

Ia lalu mendapat ide untuk membuka usaha franchise agar pertumbuhan bisnisnya lebih cepat.

Di tahun ketiga, Baba Rafi sudah memiliki 25 cabang dan kini ribuan outlet sudah tersedia.

Setelah beberapa tahun menjalankan bisnis, Hendy sempat mengalami kerugian dan utang sebesar Rp14 miliar.

Namun ia berhasil bangkit dari keterpurukan setelah dirinya dan sang istri memperbaiki sistem manajemennya.

Kebab Turki Baba Rafi kini bahkan sudah memiliki 68 outlet di sembilan negara lainnya seperti Malaysia, India, Filipina, Sri Lanka, Tiongkok, Singapura, Bangladesh, Brunei, dan Belanda.

Kisah Hendy menunjukkan kalau suatu usaha bisa mengalami pasang surut.

Setelah terjerat utang, usaha Baba Rafi pun bisa kembali bersinar berkat belajar dari kesalahan dan memperbaikinya.

Selain itu, pemasaran sangatlah penting agar orang-orang menjadi familiar dengan produkmu.

Kini, selain salam tempel atau brosur, kamu pun dapat memasarkan produk melalui media sosial dan platform online yang juga cukup efektif.

Baca juga: 6 Mindset untuk Menjadi Pengusaha Sukses

2. Sunny Kamengmau

Hanya bermodalkan ijazah SMP, Sunny Kamengmau asal Nusa Tenggara Timur sukses penjadi pengusaha tas Robita, tas handmade yang dipasarkan di Jepang.

Usahanya ini terwujud karena pertemanannya dengan pengusaha Jepang Nobuyuki Kakizaki.

Jenuh dengan pendidikannya di SMA, Sunny memutuskan merantau ke Bali dan bekerja serabutan.

Hingga akhirnya, ia dipekerjakan di Un’s Hotel sebagai tukang kebun sebelum menjadi petugas keamanan.

Ketertarikan dan kemampuannya dalam berbahasa asing seperti Inggris dan Jepang membuat Sunny memiliki banyak relasi, salah satunya Nobuyuki.

Mereka pun bekerja sama sebagai partner usaha pembuatan tas handmade Indonesia yang dijual di Jepang.

Di awal usaha, ia banyak belajar dari Nobuyuki mengenai barang-barang berkualitas dan cara mengirim barang ke Jepang.

Sunny pun berulang kali membuat sampel tas untuk dijual di Jepang.

Untuk menghasilkan satu sampel tas, ia membutuhkan waktu enam bulan.

Namun, sang sahabat dan rekan Jepang lainnya belum puas dengan karyanya sehingga Sunny harus menciptakan sampel lainnya.

Sampai-sampai, nih, penjahit yang bekerja bersamanya sempat bosan dan berniat keluar.

Namun, Sunny berhasil membujuknya untuk bertahan hingga akhirnya mereka bisa menghasilkan sampel yang memuaskan.

Tas kreasinya pun akhirnya diproduksi dan mulai dipasarkan di Jepang di tahun 2000.

Awalnya, mereka hanya memproduksi 100-200 tas per bulan karena adanya keterbatasan karyawan.

Hingga akhirnya usahanya berkembang hingga bisa memproduksi ribuan tas per bulan dan memberikan omzet miliaran rupiah.

Tas Robita pada akhirnya juga dipasarkan di Indonesia, khususnya di Bali.

Sunny menunjukkan bahwa kerja keras akan membuahkan hasil yang manis—setelah gagal berulang kali pada akhirnya ia sukses menghasilkan tas berkualitas.

Baca juga:  7 Cara Menambah Relasi Dalam Bisnis

3. Diajeng Lestari

Kebutuhan Diajeng terhadap baju muslimah yang bisa dipakai untuk berbagai situasi menjadi salah satu alasan dirinya membangun e-commerce HIJUP.

Merintis bisnis fesyen muslimah memang tidak mudah—apalagi jika minim pegawai seperti yang pernah dia alami.

Diajeng harus merangkap sebagai direktur, manajer, hingga office girl di kantornya.

Saat itu ia hanya bekerja berdua dengan satu petugas administrasi.

Diajeng juga sempat kesulitan mencari investor dan kerap dipandang sebelah mata.

Suatu hari seorang investor membatalkan niatnya untuk berinvestasi karena Diajeng membawa anaknya saat rapat—ternyata investor keberatan dengan statusnya yang memiliki anak.

Namun, ia pantang menyerah hingga akhirnya berhasil memperoleh investor dan membawa HIJUP sebagai brand fesyen muslimah ternama di Indonesia.

Bahkan, kini HIJUP sudah memiliki mitra di Malaysia dan brand ini pun sempat tampil di ajang London Modest Fashion Week di tahun 2018.

Menurut Diajeng, HIJUP mengutamakan produk yang bagus dan kreatif dengan harga yang terjangkau.

Untuk itu, mereka berusaha meningkatkan  efisiensi value chain mulai dari bahan mentah hingga menjadi produk.

Seperti halnya Diajeng, di awal bisnis mungkin kamu memiliki modal yang minim sehingga harus bekerja rangkap.

Jangan putus asa jika mengalaminya karena kerja keras plus kemauan untuk belajar akan membuat usaha kamu akan berkembang seperti yang dialami Diajeng bersama HIJUP.

Siap membangun usaha sendiri?

Artikel Terpopuler

bunga pinjaman bank mandiri

Cari Modal Usaha? Yuk Cermati Bunga Pinjaman Bank Mandiri tahun 2021!

Cari Modal Usaha? Yuk Cermati Bunga Pinjaman Bank Mandiri tahun 2021! - Bingung mencari pinjaman modal usaha terbaik? Bagi kamu yang berniat merintis bisnis,...
alasan bisnis gagal

5 Ide Bisnis yang Bisa Berkembang di Era New Normal

5 Ide Bisnis yang Bisa Berkembang di Era New Normal - Saat ini, pasti kita sering mendengar sebuah istilah yang bernama ‘New Normal’. Baik...
bisnis saat new normal

Bisnis Saat New Normal, Ini 6 Hal yang Harus Diperhatikan

Bisnis Saat New Normal, Ini 6 Hal yang Harus Diperhatikan - Selamat datang di era new normal. Setelah pandemi berlangsung berbulan-bulan di Indonesia, inilah saat...
cara membuat buku kas harian

Bye Pembukuan Manual! Ini Cara Mencatat Buku Kas Harian Paling Praktis

Jika jeli mencari peluang bisnis, ada berbagai kesempatan dan potensi usaha yang menguntungkan bertebaran di sekitar kita.Apalagi kemajuan teknologi melalui aplikasi memudahkan para pelaku usaha untuk...
rekomendasi sneakers lokal wanita

4 Rekomendasi Sneakers Wanita Lokal dengan Desain Unik

4 Rekomendasi Sneakers Wanita Lokal dengan Desain Unik - Sepatu alas karet, atau sneakers, awalnya difungsikan sebagai sepatu olahraga sebelum beralih menjadi...

Artikel Menarik Lainnya

Artikel Terkait