Inspirasi Kerajinan Lokal yang Sukses Memberi Dampak Sosial

Inspirasi Kerajinan Lokal yang Sukses Memberi Dampak Sosial – Kerajinan tangan di Indonesia mulai dari anyaman, kain tenun, batik, ukiran kayu, keramik, hingga topeng banyak terinspirasi oleh budaya lokal.

Beberapa pebisnis tanah air dengan semangat social entrepeneurship telah berhasil mengharumkan nama Indonesia di pagelaran internasioal dengan karya kerajinan tangan bermutu tinggi.

Para social entrepenur tersebut berbisnis tak semata untuk profit, namun juga memikirkan dampak sosial di sekitar lokasi usaha.

Berikut adalah inspirasi bisnis kerajinan tangan lokal yang punya dampak sosial bagi pemberdayaan masyarakat Indonesia:

1. Du’anyam

Azalea Ayuningtias, founder Duanyam, adalah sosok wanita pengusaha sukses yang mengawali bisnisnya dengan misi sosial membantu masalah malnutrisi yang diidap para ibu dan anak-anak di Flores, NTT.

Ayu bersama 6 rekannya kemudian membantu para perempuan Flores di 15 desa untuk lebih giat menghasilkan produk kerajinan tangan anyaman daun lontar berupa tas, aksesoris, sepatu, dan lain sebagainya.

Dampak sosial kerajinan tangan lokal Du’Anyam semakin terasa saat Ayu berhasil mendistribusikan produknya ke 12 hotel di Bali, Mall Pacific Place, Grand Indonesia, hingga ke manca negara.

Produk Du’anyam memiliki desain menarik dengan sentuhan budaya lokal. Misalnya Du Anyam Shopping Essentials yang terdiri dari tas ramah lingkungan dan compact wallet.

Ada juga Du Anyam Workset untuk menaruh laptop agar praktis dibawa kemana saja.

Selain stylish, pastinya ada kebanggaan tersendiri ketika memakai produk yang dikerjakan oleh tangan-tangan terampil saudari kita di Flores.

2. Roro Kenes

Masih ingat berita tentang tas kulit buatan Indonesia yang sempat ditahan di imigrasi Rusia karena dianggap kelewat mahal?

Kerajinan tangan lokal tersebut dibuat oleh perempuan asal Semarang, Syanaz Nadya Winanto Putri, yang menjual produknya di kisaran harga satu juta rupiah.

Kerajian tangan Syanaz awalnya hendak dipemerkan dalam Festival Indonesia di Rusia.

Namun, petugas bandara Domodedovo Moscow menduga tas milik Syanaz terbuat dari kulit kualitas premium sekelas Louis Vuitton atau Bottega sehingga dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Owner dari Brand Roro Kenes ini pun mendukung upaya kesetaraan gender dalam membangun usahanya.

3. Jenggala

Jenggala hadir dengan keunikan desain keramiknya sejak tahun 1976. Kerajinan tangan lokal Bali ini didirikan oleh Brent Hessely, Wija Wawaoruntu dan Ade Wawaoruntu.

Produk Jenggala meliputi cangkir, piring, mangkok, gelas, serta mug yang desainnya terinspirasi dari alam dan kultur masyarakat Indonesia.

Misalnya piring yang memiliki bentuk dan motif seperti pincuk atau daun pisang. Hm, bikin rindu suasana kampung!

4. Batik Kultur

Dea Valencia Budiarto adalah salah satu pengusaha muda tangguh di Indonesia yang sudah mendunia dengan kreasi batiknya.

Dea mengawali bisnisnya di usia amat belia, 19 tahun, menjadikannya salah satu mahasiswa yang sukses di bidang fesyen.

Kerajinan tangan lokal batik yang diusung Dea mampu meraih keuntungan lebih dari 3,5 M per tahun atau sama dengan lebih dari 300 juta per bulan.

Di balik profit yang luar biasa tersebut, Dea memiliki misi sosial untuk menggandeng karyawan difabel. Setidaknya, 50 dari 120 pegawai Batik Kultur diisi orang-orang dengan disabilitas.

Sebagai seorang sociopreneur, Dea mengakui bahwa setiap orang, sekali pun memiliki keterbatasan, tetap memiliki peluang untuk berhasil, satu di antaranya dengan belajar. Sungguh inspiratif, ya?

Itu dia beberapa inspirasi kerajinan tangan lokal dengan dampak sosial nyata yang bisa kamu jadikan referensi untuk memulai bisnismu sendiri.

Soal modal, kamu bisa melakukan pengajuan secara online di fintech lending terpercaya. Salah satunya adalah KoinWorks yang didirikan oleh Benedicto Haryono yang juga merupakan tokoh pengusaha muda tangguh di Indonesia dengan misi sosial.

Yakni, memberikan kemudahan akses dalam mengubungkan pendana dan peminjam dana dalam satu platform peer-to-peer lending.

KoinWorks menawarkan Super Financial App untuk membantu kalian yang ingin mengembangkan dana atau memerlukan modal usaha.

Platform pinjaman online yang sudah berizin dan diawasi OJK ini mampu memberikan akses permodalan usaha hingga Rp 2 miliar, dengan bunga rendah mulai dari 0,75% flat per bulan.

Bagi kamu yang ingin memulai bisnis atau mendukung para pengusaha kerajinan tangan di Indonesia, KoinWorks memiliki program KoinBisnis yang akan mengakomodir kebutuhanmu.

Tak hanya itu, kamu juga akan mendapatkan promosi gratis melalui media sosial KoinWorks jika kamu mendaftarkan usahamu di #LokalSupportLokal. Semangat berkreasi!