Contoh Risiko Operasional dalam Bisnis dan Cara Mencegahnya

Dalam bisnis, risiko operasional bisa terjadi kapan pun. Ini tergantung bagaimana perusahaan mengelola manajemen mereka. Sebagai pengusaha, tentunya kamu harus memahami apa itu risiko operasional. Lantas, apa saja contoh risiko operasional yang perlu kamu ketahui? Simak penjelasan selengkapnya!

Pengertian Risiko Operasional

Sebelum mengetahui contoh risiko operasional, kamu harus pahami apa itu risiko operasional yang sebenarnya. Risiko operasional adalah risiko yang akan terjadi karena adanya sistem internal dan eksternal yang tidak berfungsi. Misalnya, seperti kesalahan mesin, bencana alam, dan lain sebagainya.

Dampak dari risiko operasional akan lebih luas jika dibandingkan dengan risiko lainnya.  Mulai dari aktivitas operasional, jasa, sistem teknologi, manajemen, sumber daya manusia, hingga perhitungan akuntansi dalam bisnis.

Pada dasarnya, risiko operasional masih berhubungan dengan masalah-masalah yang terkait kegagalan prosedur. Adanya risiko operasional ini, maka semua kegiatan usaha akan ikut terpengaruh dan bisa menyebabkan kendala negatif.

Terkadang, para pengusaha pernah mengalami risiko operasional tanpa mereka sadari. Sebagai contoh, ketika perusahaan mengalami kesalahan dalam pencatatan, sistem komputer yang rusak, sistem pengawasan internal dan eksternal yang kurang memadai, dan lain sebagainya.

Risiko-risiko tersebut juga dikenal dengan nama risiko inheren, yakni risiko yang timbul karena pengelolaan bisnis oleh perusahaan itu sendiri. Untuk menurunkan dan mengelola risiko operasional agar lebih baik, maka pebisnis bisa memperbaiki sistem manajemen kantor dan menyediakan sistem training untuk calon karyawan.

Contoh Risiko Operasional

Untuk membangun sebuah usaha, manajemen operasional sangatlah penting untuk diperhatikan. Setiap bagian operasional memiliki fungsi dan peran yang penting bagi perusahaan. Jika operasional tidak berjalan dengan benar, maka kemungkinan risiko operasional akan terjadi. Berikut beberapa contoh risiko operasional:

1. Kegagalan dalam Prosedur Internal

Dalam risiko operasional, kegagalan internal adalah hal berkaitan dengan proses-proses yang sedang terjadi di dalam bisnis tersebut. Contohnya sebagai berikut ini:

  • Risiko yang terjadi karena adanya dokumen salah, kurang lengkap, atau bahkan hilang.
  • Adanya transaksi bisnis yang mengalami kesalahan.
  • Sistem pengawasan kurang memadai, sehingga mudah terjadi masalah yang fatal. Seperti kehilangan dan pencurian.
  • Pelaporan yang kurang maksimal, jadi kepatuhan terhadap peraturan internal dan eksternal menjadi berantakan serta tidak sesuai peraturan yang berlaku.

2. Sumber Daya Manusia Berantakan

Setiap perusahaan membutuhkan sumber daya manusia atau karyawan untuk membantu mengembangkan bisnis. Dengan demikian, karyawan harus bisa bekerja secara maksimal. 

Selain itu, gaji dan fasilitas yang karyawan dapatkan harus sesuai dengan kinerja mereka. Nah, inilah beberapa contoh risiko operasional yang disebabkan oleh sumber daya manusia:

  • Kecelakaan kerja yang ditimbulkan oleh kesalahan karyawan, khususnya karena kurang pengalaman dan pengetahuan tentang lapangan kerja.
  • Terlalu bergantung pada karyawan tertentu. Sehingga, jika karyawan tersebut pindah perusahaan atau meninggal, perusahaan milikmu akan mengalami masalah.
  • Kurangnya sikap integrasi dalam diri karyawan, ini bisa menyebabkan penggelapan dana dan penggunaan aktivitas di luar otoritas karyawan tersebut.

Contoh-contoh risiko sumber daya manusia di atas bertujuan untuk mengedukasi pebisnis, agar mereka dapat menemukan dan mempekerjakan karyawan-karyawan yang memiliki kualifikasi, integritas, dan pengalaman yang sesuai.

3. Kesalahan Sistem

Contoh risiko operasional yang selanjutnya adalah terjadinya kesalahan pada sistem. Nah, berikut ini contoh-contohnya:

  • Terjadinya kerusakan pada data perusahaan.
  • Pemrograman mengalami kesalahan tertentu.
  • Sistem keamanan kurang baik, sehingga mudah dimasuki oleh orang-orang tidak bertanggung jawab. Misalnya seperti hacker.
  • Teknologi yang digunakan kurang maksimal dan belum teruji secara canggih.
  • Terlalu mengandalkan model bisnis yang itu-itu saja.

4. Adanya Masalah Eksternal

Risiko eksternal ini terjadi akibat adanya masalah-masalah di luar perusahaan. Tentu saja pengendaliannya pun berbeda. 

Meskipun masalah ini jarang terjadi, namun kamu harus tetap waspada. Hal ini karena risiko eksternal memiliki bahaya yang sama persis dengan risiko internal. Misalnya seperti perampokan, bencana alam, serangan teroris, dan lain sebagainya.

Cara Mencegah Risiko Operasional

Jika kamu sudah tahu tentang apa saja contoh risiko operasional, maka memahami cara mencegahnya adalah bentuk langkah lanjutan.

Ini bertujuan agar kamu bisa mengatasi risiko dengan lebih mudah.

Nah, berikut penjelasannya.

1. Membuat Manajemen Risiko secara Rinci

Pemetaan pada manajemen risiko sangatlah penting untuk dilakukan, sehingga usaha dapat berjalan secara tersusun.

Dengan manajemen risiko, kamu bisa mengetahui sumber pemicu masalah, alur masalah, hingga dampak apa saja yang diakibatkan oleh risiko operasional. Pastikan bahwa kamu mencatatnya secara rinci dan menyeluruh dalam manajemen risiko.

Selain itu, kamu juga harus mempersiapkan orang-orang yang memang sudah berpengalaman dan memiliki sikap tanggung jawab besar. Sehingga, evaluasi bisnis akan lebih mudah kamu lakukan. 

Bukan hanya itu saja, kamu juga bisa meminimalisir terjadinya risiko operasional. Sebagai contoh, agar kamu bisa meminimalisir risiko operasional, maka kamu bisa mempercayakannya kepada karyawan yang menjabat sebagai Human Resources. 

Ini bertujuan untuk memastikan bahwa dalam proses produksi, human error tidak akan terjadi.

Bagaimana caranya? Kamu bisa mengadakan berbagai pelatihan karyawan saat produksi sedang berlangsung. Biasanya, supervisor yang akan bertanggung jawab secara keseluruhan pada proses produksi. Dengan begitu, mereka akan melatih calon karyawan untuk lebih baik lagi dalam bekerja.

2. Lakukan Strategi dengan Cepat

Dilihat dari beberapa contoh risiko operasional di atas, setiap pencegahannya harus membutuhkan batas waktu masing-masing, khususnya untuk finansial, legalitas, dan kredit. Oleh sebab itu, kamu harus bergerak secara cepat. Ini bertujuan agar potensi masalah tidak menjadi masalah besar yang faktual.

Bukan hanya itu saja, pastikan bahwa risiko tidak menjadi ancaman bagi bisnis milikmu. Hal ini karena risiko operasional bisa mengakibatkan dampak yang lebih besar dari masalah awal.

Lantas, bagaimana cara untuk mengatasinya? Kamu harus selalu tertib secara hukum yang sudah sesuai dengan kontrak. Selain mengatasi risiko operasional, cara ini juga berfungsi untuk menjaga reputasi perusahaan dan memberikan rasa lega kepadamu.

3. Mengevaluasi Risiko Operasional

Untuk melakukan evaluasi, maka kamu harus melihat proposal manajemen risiko yang sudah kamu buat sebelumnya. Pastikan bahwa kamu sudah memahaminya secara dalam, sehingga kamu bisa tahu contoh risiko operasional apa saja yang akan terjadi pada bisnismu.

Banyak pengusaha yang melakukan antisipasi dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan melakukan perbandingan dengan kompetitor lain di mana kompetitor tersebut masih berada dalam satu industri bisnis.

Jika perlu, kamu juga bisa menetapkan sistem produksi, pemasaran, hingga manajemen secara berkala. Dengan begitu, evaluasi akan lebih efisien dan masalah bisa teratasi dengan mudah.

Dengan menerapkan sistem digitalisasi dan data oriented untuk mengambil keputusan perusahaan, maka ada kemungkinan bisnismu bisa maju dan mampu bersaing dengan perusahaan lainnya di zaman serba canggih ini.

4. Mencatat dan Mengembangkan Solusi

Sebagai seorang pengusaha, memiliki catatan seluruh risiko bisnis adalah hal penting yang wajib dilakukan. Pastikan bahwa catatan tersusun dengan rapi dan rinci. Catatan tersebut dapat membantu kamu dalam melakukan identifikasi solusi untuk risiko operasional.

Pada cara pencegahan ini, kemampuan kamu akan diuji di mana pebisnis harus memiliki rasa peka terhadap risiko bisnis. Jadi, operasional perusahaan akan berjalan dan berkembang dengan baik.

Semakin sering melakukan identifikasi terhadap risiko operasional, maka semakin mudah kamu menemukan solusi yang tepat untuk mengatasinya. Dengan demikian, perusahaan milikmu bisa beradaptasi dari waktu ke waktu terhadap risiko operasional, khususnya di masa depan.

Bahkan, kamu juga dapat melebarkan sayap bisnismu ke industri yang berbeda. Namun, jika ingin memulai keberuntungan di industri berbeda, pastikan potensi keuntungannya terlebih dahulu.

Manajemen Risiko Operasional

Setelah disinggung dalam pernyataan contoh risiko operasional dan cara mencegahnya, manajemen risiko memiliki 4 tahapan yang perlu dilalui.

Apa sajakah itu? Berikut penjelasannya.

1. Identifikasi

Identifikasi dapat membantu kamu dalam menemukan risiko-risiko yang mungkin akan muncul pada proses produksi perusahaan. Cara ini bertujuan untuk mengetahui risiko potensial yang berpengaruh pada sebuah perusahaan.

Tahapan ini akan membantu kamu dalam mempelajari karakteristik risiko operasional secara detail. Selain itu, kamu juga bisa mengukur seberapa besar dampak yang akan menghambat kinerja perusahaan. Oleh sebab itu, karakteristik dan evaluasi manajemen risiko sangatlah penting untuk diperhatikan.

Dengan memahami karakteristik secara baik, kamu dapat merumuskan metode seperti apa yang tepat untuk mengendalikan risiko operasional tersebut. Selain itu, prioritas risiko juga bisa dikatakan sebagai komponen penting dalam mengidentifikasi risiko dan dampak untuk bisnis.

Setelah itu, kamu bisa fokus terhadap risiko yang paling relevan di mana risiko tersebut memiliki dampak paling besar untuk probabilitas dan kualitas perusahaan milikmu. 

Dengan mengendalikan risiko, lalu melakukan revisit, maka kamu sudah melakukan evaluasi secara berulang-ulang. Ini berfungsi untuk meningkatkan efektivitas manajemen risiko operasional yang sedang berlangsung.

2. Pengukuran

Pada proses ini, contoh risiko operasional harus memiliki paparan yang lengkap mulai dari produk, proses, sistem, dan jasa perusahaan. Catatan tersebut bisa membantu kamu untuk mengetahui profil risiko perusahaan dengan rinci. 

Kamu bisa membuat catatan tersebut menggunakan metode kuantitatif untuk menerapkan manajemen risiko operasional.

Untuk melakukan proses pengukuran terhadap risiko operasional, maka ada beberapa cara yang bisa kamu pakai, antara lain melalui melaksanakan Control Self Assessment, mencatat dan analisis Risk/Loss Event, serta menerapkan Key Operational Risk Indicator.

3. Pemantauan

Apa sih maksud dari pemantauan dari manajemen risiko? Pada proses ini, kamu akan mengamati risiko secara keseluruhan dan berkala. Prosesnya sesuai dengan paparan yang ada di dalam manajemen risiko operasional milikmu.

Saat proses pemantauan berlangsung, pastikan kamu mencatat dengan rinci. Sebab, catatan tersebut nantinya akan digunakan untuk membuat pelaporan internal maupun eksternal yang ada di risiko operasional pada perusahaan atau bisnis yang kamu dirikan.

Untuk memantau risiko, kamu perlu melakukannya dengan fokus. Hal ini agar kamu bisa memahami contoh risiko operasional secara mudah sehingga risiko bisa teratasi dengan cepat.

4. Pengendalian

Pada proses pengendalian atau kontrol, risiko operasional dipastikan harus berada di tingkat yang sesuai ketentuan perusahaan. 

Pengendalian risiko ini dapat memberikan manfaat yang bagus untuk perusahaan maupun individual. Dengan begitu, stabilitas sistem dan manajemen keuangan perusahaan akan tetap berjalan lancar.

Sudah Siap Mengatasi Risiko Operasional?

Nah, itulah beberapa contoh risiko operasional dan cara mencegahnya.

Bagaimana, apakah kamu sudah siap untuk membasmi risiko-risiko pada bisnismu yang mungkin akan terjadi?

Kalkulator Simulasi Pinjaman
Ketahui maksimum pinjaman dan cicilan per bulan
+62
Estimasi jumlah maksimum pinjaman

Rp

Estimasi cicilan bulanan
  • Tenor 6 bulan: Rp
  • Tenor 12 bulan: Rp
  • Tenor 24 bulan: Rp

Install aplikasi KoinWorks dan mulai ajukan pinjaman di KoinBisnis!

Ajukan Pinjaman Sekarang

Cek SKOR Kredit

Klik Gambar Dibawah!

Artikel Terpopuler

usaha bengkel mobil

Tertarik Usaha Bengkel Mobil? Ini Estimasi Modal dan Tips Suksesnya

0
Indonesia merupakan salah satu negara yang dikenal dengan tingginya jumlah pengguna mobil. Hal ini pun terlihat dari padatnya ruas jalan di kota-kota besar—yang dipenuhi oleh...
bisnis sambal kemasan

Alasan Untuk Segera Memulai Bisnis Sambal Kemasan

0
Alasan Untuk Segera Memulai Bisnis Sambal Kemasan - Sambal masih menjadi primadona yang identik dengan kebanyakan santapan khas Indonesia. Rasanya yang pedas dan lezat menambah...
usaha-barbershop

Tips Sukses Memulai Usaha Barbershop

0
Tips Sukses Memulai Usaha Barbershop - Ingin memulai bisnis barbershop namun bingung mulai dari mana? Usaha barbershop (pangkas rambut) memang berkembang cukup pesat terutama...
cara memilih supplier usaha kuliner

7 Tips Mencari Supplier yang Tepat Untuk Usaha Kuliner Kamu

0
Peluang usaha kuliner semakin bersinar di tahun 2021. Meski di tengah pandemi corona, usaha kuliner tidak terlalu terkena dampak ekonomi yang menurun. Sebaliknya, justru semakin banyak keuntungan bisnis yang...
Peluang Usaha Franchise Teh Tong Tji

Tips Sukses Peluang Usaha Franchise Teh Tong Tji

0
Peluang Usaha Franchise Teh Tong Tji - Gerai aneka minuman manis yang disajikan dingin selalu menarik minat masyarakat terutama di hari yang terik. Mulai dari bisnis...

Artikel Terkait