Begini Cara Tepat Memilih Reseller Agar Bisnis Berjalan Lancar

Untuk mengembangkan suatu bisnis, kamu memang tidak bisa berjuang sendirian.

Dibutuhkan dukungan dari karyawan, keluarga, hingga jejaring supaya usaha kamu makin dikenal masyarakat luas.

Memiliki reseller yang profesional dan berkualitas merupakan salah satu di antaranya.

Namun, hal ini tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Kamu harus pandai memilih reseller, tuh, agar usaha kamu dapat berkembang sesuai harapan.

Jika salah merekrut, bisa-bisa usaha kamu malah tercoreng dan konsumen pun berpaling.

Sebelum mengembangkan usaha kamu melalui reseller, pastikan dulu kalau produk yang kamu jual memiliki kualitas yang baik.

Dengan begitu, akan banyak orang yang tertarik untuk memasarkannya sebagai reseller.

Jika tidak diminati, akan sulit bagi kamu untuk merekrut reseller berkualitas.

Sebaliknya, bila produk kamu memang berkualitas dan bermanfaat, orang akan berlomba-lomba untuk menjadi reseller sehingga kamu pun memiliki banyak pilihan.

Berikut 5 cara tepat untuk memilih reseller yang dapat berperan penting untuk kelangsungan bisnis kamu.


1. Mengenalnya lebih jauh lewat obrolan santai

Sama seperti halnya dalam merekrut karyawan, kamu perlu mengenal calon reseller untuk usaha kamu.

Saat membicarakan peluang bisnis dengannya, cobalah cari tau lebih jauh tentang dirinya, seperti pengalamannya dalam bekerja, menjalankan usaha, maupun hobi.

Hal ini penting untuk menilai apakah ia merupakan sosok yang tepat untuk pengembangan bisnismu.

Cek juga apakah dia memiliki passion di bidang usaha ini—sehingga tidak sekadar mementingkan keuntungan semata.

Dengan begitu, ke depannya dia juga dapat memberikan masukan yang akan berguna untuk perkembangan bisnismu.


2. Cek networking dan keaktifannya di dunia maya

Tentulah kamu mengharapkan reseller yang memiliki banyak jejaring agar usahamu makin dikenal banyak orang.

Oleh karena itu, cobalah cari tahu mengenai rencana dia dalam memasarkan produkmu.

Termasuk, dari segi pemasaran digital karena kini promosi secara online juga merupakan keharusan.

Jika dia memiliki media sosial, kamu bisa cek terlebih dulu—mulai dari jumlah pengikutnya hingga cara dia berkomunikasi dengan konsumen.

Tentunya kamu tidak mau memiliki reseller yang pasif dan membuat konsumen kesal karena nantinya brand kamu yang akan kena dampaknya.

Jadi, pastikan calon reseller merupakan sosok yang pandai berkomunikasi untuk merebut hati konsumen.

Baca juga: Begini Cara Lapor Pajak Pribadi Bagi Pelaku Usaha


3. Tetapkan pilihan jumlah dan harga

Tidak semua reseller memiliki modal yang besar untuk membeli barang dalam jumlah banyak sekaligus.

Untuk bisa merekrut reseller sebanyak mungkin namun berkualitas, berilah pilihan paket agar mereka dapat membelinya sesuai bujet.

Misalnya, harga untuk 100 produk tentulah lebih murah dibandingkan 50 produk.

Jadi jika kamu punya pilihan antara dua reseller—kamu lebih baik memilih mereka yang hanya mampu membantu menjual 50 produk namun sreg di hati, daripada reseller yang berniat membeli 100 produk namun kamu merasa kepribadiannya tidak cocok untuk usaha kamu.


4. Simpan data reseller

Untuk menghindari masalah di kemudian hari, pastikan kamu menyimpan salinan dari identitas diri reseller.

Jika memang mereka berniat baik, mereka tentunya tidak keberatan untuk memberikan data pribadi seperti KTP dan nomor telepon untuk kepentingan semua pihak.

Tanpa adanya data diri, nantinya kamu yang akan kesulitan jika suatu hari usahamu terkena kasus dan tidak bisa melacak sang reseller.

Lebih baik mencegah daripada mengobati, kan!

Baca juga: 7 Langkah Sukses Membuka Thrift Shop


5. Tetapkan peraturan yang jelas

Demi kebaikan semua pihak, pastikan kamu memaparkan peraturan untuk menjadi reseller usaha kamu.

Dengan begitu, reseller jadi tahu apa yang mungkin dihadapinya jika nantinya terbentur masalah.

Misalnya, jika reseller terlibat masalah hukum terkait penjualan barang, perusahaan kamu tidak akan terlibat—dengan syarat kesalahan bukan berasal dari perusahaan kamu.

Transparansi merupakan hal penting untuk menghindari konflik di masa depan.


6. Tanda tangan perjanjian kerja sama

Untuk meningkatkan kepercayaan di antara kamu dan reseller, perjanjian hitam di atas putih merupakan hal wajib.

Tujuannya adalah agar masing-masing pihak mengetahui hak dan kewajiban masing-masing.

Jadi begitu ada masalah, semua pihak dapat mengacu kepada detail yang tercantum di perjanjian kerja sama.

Tentunya kamu tidak berharap akan ada masalah dengan reseller kamu.

Namun dengan adanya perjanjian yang ditandatangani di atas materai, kamu dan reseller memiliki kesepakatan yang bisa digunakan sebagai alat bukti di pengadilan sehingga sama-sama terlindungi.

Selain merekrut reseller, kamu juga dapat mengembangkan usaha kamu dengan cara mendaftarkannya di #LokalSupportLokal dari KoinWorks.

Program ini bertujuan untuk memberdayakan UMKM Indonesia dan kamu pun dapat bergabung secara gratis.

Setelah bergabung di https://lokalsupportlokal.id/, produk kamu tidak hanya akan dipromosikan di microsite ini, tapi juga seluruh akun media sosial resmi KoinWorks.

Yuk, segera bergabung!