Cara Praktis Memulai Usaha Budidaya Jamur Tiram

Cara Praktis Memulai Usaha Budidaya Jamur Tiram – Budidaya jamur tiram masih menjadi daya tarik tersendiri bagi para pebisnis pemula yang ingin meraih profit dengan modal kurang dari 10 juta.

Terlebih, budidaya ini sangat cocok dilakukan di Indonesia yang beriklim tropis.

Untuk profit dengan masa panen setidaknya 4 bulan, cara budidaya jamur tiram tergolong mudah dan menjanjikan.

Meski diterpa pandemi Covid-19, komoditas jamur hingga kini tetap eksis permintaannya, baik di dalam maupun di luar negeri.

Berdasarkan data BPS, Direktur Jenderal Hortikultura Prihasto Setyanto menyebut produksi jamur di tahun 2019 mengalami kenaikan sebesar 6,5 persen dari tahun sebelumnya.

Pada tahun 2018, tingkat konsumsi jamur di Indonesia sebanyak 0,18 kilogram (kg) per kapita per tahun.

Dengan jumlah penduduk 265 juta jiwa artinya total konsumsi jamur di Indonesia mencapai hampir 48 ribu ton.

Padahal, produksi jamur hanya 31 ribu ton. Ceruk bisnis yang menjanjikan, bukan?

Selain kaya akan protein, vitamin, asam amino, dan antibiotik, jamur diminati karena rasanya yang lezat.

Baca Juga: Cara Membuat Nasi Uduk Mudah Langsung Dari Rumah

Bahkan karena teksturnya yang lembut dan kenyal, jamur dapat dibuat menjadi berbagai macam jenis makanan yang menyerupai daging.

Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat akan pola hidup sehat, tentu jamur bisa jadi pilihan tepat bagi para vegetarian atau mereka yang menghindari makanan kolesterol tinggi.

Terbukti restoran berbahan dasar jamur seperti Jejamuran di Sleman amat diminati wisatawan.

Bagaimana, tertarik mengulik cara budidaya jamur tiram?


4 Syarat Tumbuh sebagai Cara Budidaya Jamur Tiram

Dengan mengetahui syarat tumbuh jamur tiram, proses tumbuh hingga panennya akan lebih maksimal. Cek kelengkapan berikut ya!

1. Derajat Keasaman (pH)

Derajat keasaman yang terlalu tinggi dapat menyebabkan sistem metabolisme jamur tidak efektif sehingga cepat mati.

Sedangkan pH yang  terlalu rendah akan menyebabkan pertumbuhan miselium jamur terganggu, kontaminasi, hingga kematian.

Usahakan agar pH mendekati normal yaitu 6,8 – 7,0 untuk meraih hasil budidaya jamur tiram yang optimal.


2. Suhu dan Kelembaban

Walau jamur masih mampu untuk tumbuh, namun kemungkinan hasilnya lebih tipis jika tidak dibudidayakan pada suhu yang tepat.

Suhu yang diperlukan pada saat inkubasi jamur tiram putih adalah 28 – 30 oC, sementara pada saat pembentukan tubuh buah sampai panen, suhu yang diperlukan berkisar antara 22 – 28 oC.

Sementara itu, kelembaban yang diperlukan sebagai cara budidaya jamur tiram yakni sekitar 50 – 60 % pada saat inkubasi dan  90 – 95% pada saat pembentukan tubuh buah.

Apabila kelembaban kurang, maka substrat tanaman akan mengering.

Baca juga: 6 Langkah Mengurangi Biaya Produksi dalam Bisnis


3. Cahaya

Jamur tidak membutuhkan banyak paparan sinar matahari, bahkan pertumbuhannya jauh lebih baik apabila tidak terkena sinar matahari secara langsung.

Cahaya matahari yang terkena jamur secara langsung dapat menyebabkan jamur tersebut layu dan ukurannya pun kecil.

Sebaiknya di sekitar tempat budidaya jamur ada banyak pohon atau tanaman yang rimbun. Sebab, oksigen yang dihasilkan oleh tumbuhan dapat memicu pertumbuhan jamur tiram.


4. Udara

Selalu perhatikan arah sirkulasi udara, terutama dari arah mana datangnya angin.

Perhatikan juga apakah ada pencemaran udara di sekitar lokasi. Misal lokasi dekat dengan tempat yang menghasilkan banyak asap CO2.

Hal ini penting karena jamur sangat rentan terhadap CO2.

Jika lebih dari lebih dari 0,02%., maka jamur akan sulit untuk tumbuh.

Konsentrasi karbon dioksida tidak boleh lebih dari 0,02%.

Cek juga apakah banyak bangunan yang mengapit lokasi dan mengganggu sirkulasi udara?


Praktek Cara Budidaya Jamur Tiram

Meski prosesnya cukup mudah dan bisa dilakukan bertahap, kamu perlu ketekunan dan ketelitian yang tinggi.

Pertama-tama, kamu wajib punya bibit jamur tiram yang telah dikemas dalam baglog.

Bagi pemula sebaiknya tidak membuat bibit sendiri karena prosesnya yang rumit.

Baca Juga: Tips Sukses Memulai Usaha Rumahan Untuk Pemula

Cukup beli baglog yang sudah jadi lalu kembangkan hingga menumbuhkan jamur tiram.

Berikut tips budidaya jamur tiram beserta analisis usahanya!

Menyiapkan kumbung (rumah jamur)

Kumbung adalah tempat untuk merawat baglog dan menumbuhkan jamur.

Bangunan tersebut harus memiliki syarat tumbuh seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya.

Kumbung umumnya terbuat dari bambu atau kayu. Dindingnya dari gedeg/papan dan atapnya dari genteng atau sirap.

Jangan pernah menggunakan atap asbes atau seng karena justru akan mendatangkan panas.

Bagian lantai kumbung juga jangan diplester agar bisa menyerap air.

Di dalam kumbung dilengkapi dengan rak berupa kisi-kisi yang dibuat bertingkat. Rak tersebut berfungsi untuk menyusun baglog.

Kamu bisa membuat rangka rak dari bambu atau kayu. Letakkan rak secara berjajar dan beri jarak berupa lorong untuk perawatan.

Kamu bisa membuat rak 2-3 tingkat dengan ukuran ketinggian ruang antar rak setidaknya 40 cm.

Misalnya untuk rak selebar 40 cm dengan panjang setiap ruasnya 1 meter dapat menampung 70-80 baglog.

Jangan lupa lakukan pengapuran dan penyemprotan dengan fungisida di bagian dalam kumbung lalu diamkan selama 2 hari sebelum meletakkan baglog.

Fithrawan Satriyanto ,ST dalam tulisannya tentang peletakkan kumbung yang tepat untuk hasil panen jamur tiram optimal memberikan ilustrasi sebagai berikut;

Menyiapkan media tanam baglog

Baglog merupakan media tanam tempat meletakkan bibit jamur tiram.

Berhubung jamur tiram termasuk jamur kayu, maka bahan utama baglog adalah serbuk gergaji.

Baglog berupa bungkusan plastik berbentuk silinder yang salah satu ujungnya diberi lubang untuk tempat jamur tumbuh ke luar.

Bagi kamu pebisnis pemula, lebih praktis jika membeli baglog dari petani lain.

Harga baglog jamur tiram seberat 1 kg dijual dengan harga Rp. 2.000-2.500.

Terdapat dua cara menyusun baglog dalam rak, yakni diletakkan secara vertikal dimana lubang baglog menghadap ke atas dan secara horizontal yakni lubang baglog menghadap ke samping.

Meski lebih menyita ruang, baglog yang disusun secara horizontal lebih aman dari siraman air. Bila penyiraman berlebihan, air tidak akan masuk ke dalam baglog.

Panen Budidaya Jamur Tiram

Bila semua syarat tumbuh dipenuhi dan dirawat dengan baik, budidaya jamur tiram milikmu bisa dipanen hingga 5-8 kali.

Jarak panen pertama ke panen berikutnya berkisar 2-3 minggu.

Baglog yang memiliki bobot sekitar 1 kg akan menghasilkan jamur sebanyak 0,7-0,8 kg. Setelah itu baglog dibuang atau bisa dijadikan bahan kompos. Cukup menguntungkan, bukan?

Bila baglog yang digunakan permukaannya telah tertutup sempurna dengan miselium, jamur akan tumbuh dan sudah bisa dipanen.

Pemanenan dilakukan terhadap jamur yang telah mekar dan membesar. Tepatnya bila ujung-ujungnya telah terlihat meruncing.

Jangan sampai masa panen lewat walau hanya setengah hari saja.

Jika warna jamur terlihat kuning kecoklatan dan tudungnya pecah, maka kemungkinan jamur akan cepat layu dan tidak tahan lama.


Tips Penting dan Cara Budidaya Jamur Tiram yang Efektif

Untuk meminimalisir biaya modal, kamu bisa lakukan hal berikut:

  • Menggunakan lahan sendiri untuk budidaya jamur. Kamu bisa memulai bisnis dari rumah demi menghemat biaya sewa lahan.
  • Keuntungan budidaya jamur tiram ditentukan oleh jumlah baglog. Misalnya saja, dana membuat kumbung untuk 1.000 baglog setidaknya 4,2 juta.

Cara budidaya jamur tiram yang efektif yakni membuat kumbung sebanyak-banyaknya dengan menggandeng rekan usaha.

Meski biaya produksi naik 2 kali lipat, namun profit bisa mencapai 10 kali lipat.

Satu baglog jamur bisa menghasilkan 420 gram (0,42 kg) dalam 4 bulan dengan harga pasaran jamur tiram mencapai 10.000/kg.

Tentunya semakin banyak modal membuat baglog akan meningkatkan profit usaha.

Namun jika kamu belum menemukan investor atau rekan usaha, tak ada salahnya menambah modal lewat pinjaman online yang aman.

KoinWorks melalui KoinBisnis akan memberikan dukungan berupa pinjaman modal usaha sampai dengan Rp. 2 Miliar untuk membantu kamu memulai usaha budidaya jamur tiram.

Kamu tidak perlu khawatir dengan bunga pinjaman, karena bunga pinjaman KoinBisnis hanya mulai dari 0,75% per bulan.

Kamu juga bebas memilih durasi pinjaman karena KoinWorks menyediakan tenor yang fleksibel.

Cukup unduh aplikasi KoinWorks, lengkapi registrasi lalu ajukan pinjaman melalui ponsel pintarmu.

Praktis, kan?

Ayo wujudkan ide bisnismu bersama KoinWorks!

Artikel Terpopuler

bunga pinjaman bank mandiri

Cari Modal Usaha? Yuk Cermati Bunga Pinjaman Bank Mandiri tahun 2021!

Cari Modal Usaha? Yuk Cermati Bunga Pinjaman Bank Mandiri tahun 2021! - Bingung mencari pinjaman modal usaha terbaik? Bagi kamu yang berniat merintis bisnis,...
alasan bisnis gagal

5 Ide Bisnis yang Bisa Berkembang di Era New Normal

5 Ide Bisnis yang Bisa Berkembang di Era New Normal - Saat ini, pasti kita sering mendengar sebuah istilah yang bernama ‘New Normal’. Baik...
cara membuat buku kas harian

Bye Pembukuan Manual! Ini Cara Mencatat Buku Kas Harian Paling Praktis

Jika jeli mencari peluang bisnis, ada berbagai kesempatan dan potensi usaha yang menguntungkan bertebaran di sekitar kita.Apalagi kemajuan teknologi melalui aplikasi memudahkan para pelaku usaha untuk...
bisnis saat new normal

Bisnis Saat New Normal, Ini 6 Hal yang Harus Diperhatikan

Bisnis Saat New Normal, Ini 6 Hal yang Harus Diperhatikan - Selamat datang di era new normal. Setelah pandemi berlangsung berbulan-bulan di Indonesia, inilah saat...
rekomendasi sneakers lokal wanita

4 Rekomendasi Sneakers Wanita Lokal dengan Desain Unik

4 Rekomendasi Sneakers Wanita Lokal dengan Desain Unik - Sepatu alas karet, atau sneakers, awalnya difungsikan sebagai sepatu olahraga sebelum beralih menjadi...

Artikel Menarik Lainnya

Artikel Terkait