5 Ide Bisnis untuk Penyandang Disabilitas

Tidak mudah untuk memperoleh pekerjaan, terutama bagi penyandang disabilitas yang memiliki keterbatasan di segi fisik, mental, atau intelektual.

Namun, bukan berarti mereka tidak dapat berkreasi dan berkontribusi bagi perkembangan bisnis dan ekonomi.

Sebaliknya, di balik keterbatasan, seringkali penyandang disabilitas memiliki ide dan karya yang mengagumkan.

Oleh karena itu, menjalankan bisnis sendiri sebenarnya bisa menjadi peluang yang menjanjikan.

Memang, sih, hal ini tidak mudah dan penuh tantangan.

Namun asal ada kemauan, persiapan, dan strategi yang tepat, usaha kamu akan dapat berjalan sukses.

Jangan ragu untuk belajar dari para pengusaha lain untuk memperoleh formula pengembangan bisnis yang tepat.

Berikut beberapa rekomendasi bisnis penyandang disabilitas.


1. Produk fashion

Jika kamu tertarik dengan fashion dan suka menjahit, tidak ada salahnya coba untuk berbisnis fashion.

Misalnya, membuat kebaya, outer rajutan, atau perlengkapan rumah tangga yang masih terkait mode seperti celemek atau keset.

Kamu bisa membuat kreasi yang unik dalam jumlah terbatas agar berbeda dengan produk pabrik yang diproduksi masal.

Ambil contoh dari Irma Suryati, yang tidak dapat berjalan sempurna karena virus polio, namun kini sukses sebagai pengusaha keset kain perca.

Penolakan berulang kali saat melamar kerja tidak membuatnya dendam—sebaliknya ia jadi terpacu untuk berkreasi.

Irma pun mempekerjakan ribuan kaum difabel dan kini ia memiliki banyak mitra kerja di pulau Jawa, Sumatera, dan Kalimantan.

Baca juga: Strategi Sukses Usaha Mie Ayam Cup Rumahan


2. Minuman kekinian

Belakangan ini makin banyak jenis minuman yang ditawarkan kepada masyarakat.

Orang-orang pun menyambut baik karena terbukti usaha minuman kekinian cukup laku dan menerima banyak pesanan.

Jadi, ini merupakan peluang baik untuk mengembangkan bisnis minuman.

Kedai Kopi Tuli yang ada di Duren Tiga, Jakarta Selatan, dan Depok, Jawa Barat merupakan salah satu contoh usaha sukses yang didirikan oleh penyandang disabiiitas.

Putri, Andika, dan Erwin adalah tiga penyandang tunarungu yang sebelumnya ditolak ratusan perusahaan saat melamar kerja.

Berawal dari kekecewaan inilah mereka akhirnya membuka bisnis kopi di tahun 2018 dan merekrut penyandang disabilitas tunarungu sebagai karyawan.

Untuk mempermudah interaksi antara konsumen dan karyawan, Kopi Tuli pun menyederhanakan menu ke dalam alphabet yang dilengkapi dengan gambar bahasa isyarat.

Para pemilik kedai kopi ini memang berharap agar konsumen dan teman-teman penyandang tunarungu dapat berinteraksi.


3. Kerajinan tangan

Banyak sekali jenis kerajinan tangan yang bisa dikembangkan—ini tergantung minat dan kreativitas kamu.

Apakah kamu mau membuat pajangan, pigura, atau perlengkapan sekolah seperti tempat pinsil?

Peminat kerajinan tangan juga cukup tinggi—apalagi bagi mereka pencinta seni.

Jadi, asal produkmu unik dan berguna, pasti ada orang yang akan membelinya, seperti yang dialami Tarjono Slamet.

Slamet berhasil bangkit dari keterpurukan setelah mengalami kecelakaan saat bekerja yang menyebabkannya kehilangan kaki.

Sempat demotivasi, kini ia menjadi pengusaha kerajinan kayu bernama CV Mandiri Craft.

Ia pun memproduksi mainan anak seperti puzzle dan balok untuk menyusun bangunan dari bahan kayu berkualitas dan cat antiracun.

Seluruh pengrajin yang dipekerjakannya adalah penyandang disabilitas fisik, penyandang tuli dan netra, hingga penyandang disabilitas intelektual.

Baca juga: 6 Cara Memulai Bisnis Ayam Geprek yang Menjanjikan


4. Produk kecantikan

Bagi kamu yang memiliki penciuman tajam dan peka terhadap aroma, tidak ada salahnya mengembangkan produk kecantikan dan perawatan kulit.

Apalagi, nih, hampir semua wanita suka tampil cantik dan sempurna.

Produk seperti lulur, body scrub, hingga sabun batangan adalah beberapa contoh produk yang bisa diproduksi.

Fany Efrita Rotua Ritonga adalah penyandang disabilitas yang menjalankan usaha beauty care.

Ia pun mengembangkan produk perawatan tubuh Thisable Beauty Care di bawah bendera Thisable Enterprise yang didirikan oleh Angkie Yudistia.

Untuk terjun ke bidang ini, pastikan produk yang kamu ciptakan aman di kulit dan lakukan tes sebelum menjualnya ke masyarakat luas.

Pastikan produk kamu mendapat label BPOM dan sertifikat halal agar konsumen tidak ragu membelinya.


5. Bisnis kuliner

Keterbatasan tetap bisa menghasilkan, itulah yang ditunjukkan oleh Aryani Sri Ramadhani, penyandang disabilitas tunanetra yang menjalankan bisnis ayam geprek.

Meski tidak bisa melihat, wanita yang akrab dipanggil Yani ini tidak ragu untuk terus belajar—bahkan mengambil kursus memasak.

Ia yang sangat menyukai ayam goreng pun mendapat ide untuk membuka usaha ayam geprek.

Kini, Ayam Geprek Petukangan—nama usaha Yani—sudah memiliki dua cabang.

Jika kamu mencintai makanan, tidak ada salahnya mengubah hobi menjadi pekerjaan dan sumber pemasukan.

Teruslah belajar memasak makanan favoritmu—siapa tahu kamu bisa menjualnya ke orang lain seperti Yani.

Lakukan perbandingan dengan makanan yang dijual pesaing agar kamu bisa terpacu untuk membuat makanan dengan rasa yang lebih baik.

Apa pun bisnis yang kamu pilih, pastikan kamu melakukan persiapan matang, termasuk terkait modal.

Jika modal tidak mencukupi, kamu tidak perlu cemas.

Kamu bisa mengajukan pinjaman modal usaha antara Rp5 juta hingga Rp2 miliar melalui KoinBisnis dari KoinWorks.

Bunga per bulannya juga terjangkau—mulai dari 0,75% per bulan!

Segera akses melalui aplikasi smartphone di sini!

Selain itu, penting bagi kamu untuk mempromosikan usahamu.

Misalnya, melalui #LokalSupportLokal, platform website dari Koinworks.

Begitu selesai mendaftar, usahamu akan dipromosikan di semua aset media sosial media Koinworks—gratis!

Kunjungi https://lokalsupportlokal.id/ untuk informasi lebih lanjut.

Sudah siap menjalankan usaha sendiri?