Strategi Bisnis Ternak Ayam Potong Agar Untung

Daging ayam merupakan salah satu jenis makanan yang banyak dikonsumsi masyarakat.

Maklum, negara kita memiliki beragam masakan yang berasal dari olahan daging ayam.

Mulai dari rendang ayam, soto ayam, sop ayam, ayam geprek, hingga opor ayam.

Melihat tingginya minat masyarakat terhadap daging ayam, kamu pun bisa menjadikannya sebagai peluang bisnis, nih.

Apalagi, pemerintah melalui Kementerian Pertanian meluncurkan Gerakan Makan Ayam (GEMAYA), suatu kampanye untuk mendorong lebih banyak masyarakat mengonsumsi daging ayam.

Berikut tips untuk menjalankan bisnis ternak ayam potong agar keuntungan bisa diraih.

1. Rinci segala kebutuhan untuk menentukan modal

Sebagai langkah awal kamu perlu mendata seluruh keperluan untuk menjalankan bisnis ternak ayam potong.

Mulai dari lokasi, pakan, tenaga kerja, hingga cara mendapatkan bibit ayam agar usaha berkembang baik.

Dengan begitu, kamu dapat memperhitungkan modal yang dibutuhkan dan menyusun strategi untuk memperoleh modal tersebut.

Jika kamu menjalankan ternak ini secara mandiri, modal yang diperlukan memang besar.

Soalnya, nih, kamu perlu membuat kandang, membeli bibit ayam, menyediakan pakan, plus memasarkan ayam tersebut.

Kamu pun harus menanggung risiko kerugian sendiri—jika nantinya usaha tidak berjalan lancar.

Namun di sisi lain, kamu bisa menentukan harga jual ayam potong dan keuntungannya murni untuk kamu.

Sebaliknya, ketika memiliki modal minim, kamu pun dapat mempertimbangkan status kemitraan.

Artinya, kamu dapat bekerja sama dengan pihak lain, misalnya perusahaan, sehingga mereka dapat memberikan bibit ayam, pakan, hingga pelatihan beternak ayam potong.

Kamu pun berperan dalam menentukan lokasi, kandang, dan menyiapkan tenaga untuk merawat bibit ayam.

Namun, harga jual kemungkinan besar ditentukan oleh perusahaan dan kamu harus bagi hasil dengan mereka.

Namun, tidak perlu cemas jika kamu merasa modal belum mencukupi untuk menjalankan bisnis ternak ayam potong ini secara mandiri.

KoinBisnis dari Koinworks siap membantu pinjaman modal usaha hingga Rp2 miliar dengan bunga cicilan rendah antara 0,75% – 1,67% per bulan.

Cukup unduh aplikasinya di sini, kamu pun dapat mengajukan pinjaman secara online.

Baca juga: Prospek Bisnis Ikan Cupang yang Lagi Booming. Masih Oke di Tahun 2021?

2. Tempat dan kandang yang pas

Lokasi memegang peranan penting dalam pengembangan usaha ternak kamu.

Jika memungkinkan, pilihlah lokasi ternak yang jauh dari pemukiman warga.

Soalnya, nih, peternakan ayam identik dengan bau tak sedap yang biasanya diakibatkan kotoran yang menyatu dengan kandang dalam keadaan basah.

Ditambah lagi, ayam bisa stres jika tinggal terlalu dekat dengan keramaian.

Yang tidak kalah pentingnya, buatlah kandang yang nyaman untuk ayam tersebut tinggal.

Kamu dapat membuat kandang tipe panggung yang cenderung lebih bersih karena kotoran langsung jatuh ke tanah, namun biayanya pembuatannya lebih rumit dan mahal.

Atau, kamu bisa memilih kandang tipe melantai yang biaya pembangunannya lebih sedikit, namun sekamnya harus diganti secara rutin untuk menghilangkan kotoran yang mengendap.

Pastikan juga ukuran kandang disesuaikan dengan jumlah ayam yang akan diternak.

Dengan begitu, ayam masih memiliki ruang gerak dan terhindar dari stres.

Jika ayam stres, ini akan berpengaruh terhadap kualitas daging ayam nantinya.

Sirkulasi udara di dalam kandang juga perlu diperhatikan—plus pastikan ayam mendapatkan sinar matahari yang cukup agar mereka tetap sehat.

Suhu udara juga perlu dibuat stabil agar ayam tidak tertekan dengan perubahan suhu.

Baca Juga : Tips Membuka Usaha Se’í Sapi Yang Sedang Booming

3. Pilih bibit yang sehat

Carilah breeder yang bisa dipercaya sehingga bisa kamu mendapatkan bibit yang berkualitas.

Cek kondisi bibit sebelum membeli—biasanya yang sehat memiliki bobot minimal 37 gram, warna bulu seragam dan kering, plus tubuh yang bulat, lincah dan bermata jernih.

Pastikan kamu melakukan riset mendalam mengenai breeder agar tidak kecewa nantinya.

Baca juga: 5 Hal Penting Untuk Memulai Bisnis Tanaman Hias

4. Perawatan maksimal

Pantau bibit ayam secara rutin untuk melihat apakah mereka nyaman atau tidak di kandang mereka.

Berikan pakan secara teratur dua hingga tiga kali sehari agar mereka tumbuh dengan baik—plus sediakan air minum yang cukup.

Selain itu, berikan vitamin, antibiotik dan vaksinasi secara berkala (pastikan konsultasikan dulu dengan ahli mengenai jadwalnya).

Yang tidak kalah pentingnya, bersihkan kandang ayam secara rutin agar ayam tidak sakit karena kotoran yang mengendap.

5. Panen dan pasarkan

Biasanya ayam sudah siap dipanen dan dijual setelah berumur kurang lebih 30-35 hari (lima minggu) dan beratnya mencapai 1,5 kg.

Saat menentukan harga jual, pastikan harga kamu dapat bersaing dengan para kompetitor—jika terlalu mahal orang tidak akan melirik.

Kamu pun dapat memasarkan ayam potongmu kepada koneksi kamu—apalagi jika mereka memiliki usaha kuliner, penjual sayur keliling, atau supermarket.

Bisa juga kamu memasarkannya secara online melalui marketplace untuk meraih konsumen ibu rumah tangga.

6. Sanitasi setelah panen

Setelah panen pastikan kamu membersihkan kandang secara maksimal—dengan melakukan pengapuran di bagian lantai dan dinding kandang.

Kamu juga dapat menyemprotkan formalin agar bakteri atau bibit penyakit di kandang mati sebelum mengisinya dengan bibit baru.

Siap menjadi peternak ayam potong?