Peluang Bisnis Rental Mobil dan Tips Sukses Menjalankannya

Penduduk di kota-kota besar memiliki mobilitas yang tinggi—tidak hanya untuk bekerja tapi juga untuk bersosialiasi dan beraktivitas bersama keluarga.

Tidak heran, kebutuhan terhadap alat transportasi, khususnya mobil, jugalah tinggi.

Namun, tidak semua orang mampu membeli dan memiliki mobil sendiri.

Maklum, harganya tidaklah murah—diperlukan bujet ratusan juta rupiah untuk membeli mobil baru.

Oleh karena itu, sewa mobil kerap menjadi solusi bagi sebagian besar warga kota.

Melihat kebutuhan masyarakat ini, rental mobil pun bisa menjadi peluang bisnis yang menjanjikan bagi kamu yang tertarik menjalankan usaha sendiri.

Simak beberapa tips berikut agar usaha rental mobil yang dijalankan bisa berjalan sukses.

1. Baru atau Bekas?

Harga mobil sangatlah beragam—tergantung tipe dan tahun dikeluarkannya mobil.

Jika kamu memiliki bujet tanpa batas, membeli suatu mobil bukanlah hal sulit.

Sebaliknya, jika dana terbatas, tentu kamu harus pandai menyesuaikannya.

Ini akan menentukan tipe mobil yang akan kamu beli—apakah mobil baru atau bekas?

Idealnya, sih, lebih baik membeli mobil baru dibandingkan mobil bekas.

Soalnya, nih, mobil bekas cenderung membutuhkan perawatan yang lebih sering.

Akibatnya, kamu berisiko akan lebih sering keluar uang untuk perbaikan ke depannya.


2. Pilih Kredit Ketika Dana Terbatas

Bila bujet untuk membeli mobil baru tidaklah cukup, kamu bisa memperolehnya dengan cara kredit.

Apalagi, jika kamu berniat membeli mobil lebih dari satu—tentulah biayanya tidaklah sedikit.

Nantinya, nih, kamu bisa membayar cicilan menggunakan pendapatan dari penyewaan mobil tersebut.

Bank maupun lembaga pembiayaan lainnya biasanya memberikan jasa kredit kendaraan bermotor yang bisa kamu pilih sesuai kemampuan.

Salah satu hal yang perlu dipertimbangkan saat akan memilih kredit mobil adalah jenis sistem perhitungan bunga, yaitu sistem floating (mengambang) atau flat (tetap).

Sesuai namanya, sistem floating berarti suku bunga akan mengikuti nilai pasar secara berkala.

Artinya, bisa saja bulan ini jumlah bunga yang harus dibayarkan lebih mahal atau lebih murah dibandingkan bulan lalu.

Sebaliknya, sistem bunga flat berarti nilai bunga yang harus dibayarkan tiap bulannya adalah tetap alias sama sejak awal hingga akhir masa kredit.

Sistem bunga flat ini lebih disukai banyak orang karena dianggap lebih aman sehingga tidak perlu cemas suatu hari suku bunga akan meningkat.

Baca juga: Inspirasi Bisnis Dekorasi Rumah Simpel Dan Kreatif


3. Tentukan jenis mobilnya

Tipe mobil yang akan disewakan sebenarnya tergantung dari target konsumen kamu.

Jadi sebelumnya, tentukanlah apakah kamu mengincar keluarga, karyawan, anak muda, atau semua orang dari berbagai tipe usia?

Untuk amannya, sih, pilih jenis MPV (multi purpose vehicle) atau minibus seperti Avanza, Xenia, maupun Innova.

Selain muatannya banyak sehingga bisa mengangkut barang, konsumsi bahan bakarnya juga irit.

Di samping itu, harga mobil MPV juga cukup terjangkau dan biaya perawatannya tidaklah tinggi sehingga kamu bisa lebih berhemat.


4. Bikin konsep bisnis

Usaha rental mobil terkesan mudah, cukup  sediakan modal mobil lalu sewakan.

Padahal, nih, usaha ini juga diperlukan perencanaan yang matang alias dibutuhkan konsep bisnis.

Ini mencakup tipe servis yang kamu tawarkan—apakah hanya menyewakan mobil atau mau melengkapinya juga dengan sopir sehingga konsumen tidak perlu menyetir sendiri?

Dalam membuat konsep bisnis ini kamu juga harus mempertimbangkan lokasi usaha kamu.

Pilih tempat yang strategis sehingga orang lebih mudah menjangkaunya ketika mau menyewa mobil.

Lokasi strategis tentunya juga membuka peluang lebih lebar bagi usaha kamu untuk dilihat oleh banyak orang—sehingga kamu berpotensi mendapatkan lebih banyak pelanggan.

Dengan adanya konsep bisnis, kamu pun dapat memperhitungkan jumlah modal awal yang diperlukan—termasuk untuk sewa tempat dan menggaji pegawai.

Jika setelah melakukan perhitungan ternyata dana kamu masihlah kurang, tidak perlu cemas.

Kamu bisa mengajukan pinjaman modal melalui KoinBisnis dari KoinWorks dengan nilai pinjaman hingga Rp2 miliar.

Bunganya juga terjangkau, lho, mulai dari 0,75% flat setiap bulannya.

Kamu cukup mengaksesnya melalui smartphone dan ajukan pinjaman secara online di sini.

Baca juga: 7 Langkah Sukses Membuka Thrift Shop


5. Pentingnya asuransi

Sertakan mobil untuk usaha rental kamu dalam jaminan asuransi—sehingga apabila terjadi kecelakaan lalu lintas atau kerusakan, hal ini tidak akan menganggu kelangsungan bisnis kamu.

Tidak perlu cemas dengan nilai premi karena ada beberapa asuransi yang memberlakukan premi terjangkau.

Jika memiliki karyawan termasuk pengemudi, pastikan kamu menyertakannya dalam program BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan.


6. Peraturan penyewaan yang aman

Dibanding usaha tipe lainnya, bisnis rental mobil memiliki risiko yang cukup besar khususnya bagi pelaku usaha.

Soalnya, nih, ada kemungkinan penyewa membawa kabur mobil sehingga kamu dapat mengalami kerugian yang tentulah tidak sedikit.

Oleh karena itu, kamu perlu menerapkan peraturan yang jelas dan tegas untuk menghindari masalah di kemudian hari.

Beberapa di antaranya bisa berupa:

  • Surat perjanjian antara penyewa dan pelaku usaha, ditandatangani dan dilengkapi materai.
  • Identitas asli penyewa harus ditunjukkan, lalu kamu pun bisa memfotokopinya untuk arsip.
  • Penetapan metode pembayaran—apakah 100% di awal atau cukup 50% untuk reservasi.
  • Peraturan pembatalan—apakah uang akan dikembalikan 100% atau hanya sekian persen.
  • Informasi mengenai biaya overtime dan biaya tambahan lainnya.

Selain itu, kamu juga wajib memasang alat pelacak alias GPS di mobil yang disewakan agar mudah dilacak ketika ada kendala.


7. Perawatan maksimal

Pastikan kamu merawat kendaraan dengan baik agar dapat bertahan lama dan tidak mudah rusak.

Hal yang tidak kalah pentingnya adalah menjaga kebersihan—apalagi di tengah pandemi.

Setelah mobil dikembalikan oleh konsumen, buanglah sampah yang ada di mobil dan bersihkan mobil secara menyeluruh dengan disinfektan.

Sebagai pelaku usaha, tentulah kamu  bertanggung jawab untuk memberikan servis terbaik, termasuk dari segi kebersihan.


8. Strategi pemasaran tepat

Agar usaha kamu meraih banyak konsumen, sejumlah cara dapat kamu lakukan.

Salah satunya dengan mempromosikannya kepada networking kamu—mulai dari keluarga besar, teman di semasa sekolah, hingga mantan rekan kerja.

Kamu juga dapat menawarkan penyewaan kepada mitra transportasi online.

Selain itu, pemasaran secara digital juga memegang peranan penting.

Buatlah website khusus atau akun media sosial untuk mempromosikan usaha rental mobil kamu.

Jadi, kamu pun dapat menjangkau lebih banyak orang dari berbagai area.

Siap memulai usaha rental mobil dengan menerapkan tips di atas?