Biaya Tetap dan Biaya Variabel: Pengertian dan Contoh

Agar kegiatan bisnis bisa berjalan dengan baik, kamu perlu mengatur bagaimana kondisi keuangan pada bisnis milik kamu. Poin paling penting dalam hal itu adalah terkait pengelolaan biaya pada bisnis tersebut. Untuk itu, kamu perlu mengetahui biaya tetap dan biaya variabel beserta contoh nya berikut ini!


Apa itu Biaya Tetap dan Biaya Variabel?

Berbicara mengenai kedua hal ini, pertama kamu harus mengetahui terlebih dahulu pengertian dari kedua jenis biaya ini. Perhatikan penjelasan terkait biaya tetap yang terdapat pada pembahasan berikut ini!

Pengertian Biaya Tetap

Sesuai namanya, tetap berarti besar kecilnya biaya yang satu ini, tidak akan bergantung pada perubahan dari jumlah output. Pada saat kamu melakukan perubahan pada output berupa kenaikan atau penurunan, maka jenis biaya yang satu ini tidak akan berubah dan tidak terpengaruh.

Biaya tetap merupakan jenis biaya atau pengeluaran dalam bisnis yang besar kecilnya tidak tergantung pada perubahan dari jumlah barang maupun jasa yang kamu hasilkan. Jenis yang satu ini tidak akan terpengaruh terlepas dari perubahan dalam aktivitas bisnis oleh perusahaan milik kamu.

Jika berbicara dalam dunia akuntansi, maka jenis biaya tetap ini merupakan biaya yang bersifat statis dan akan tetap perusahaan keluarkan baik saat ada kegiatan produksi, maupun saat tidak ada kegiatan produksi sama sekali. 

Misalnya, kamu menggunakan sebuah mesin besar pada perusahaan milik kamu. Kamu, menyewa mesin tersebut dengan biaya Rp. 10.000.000 setiap tahunnya. Mesin tersebut memiliki kemampuan dalam memproduksi 300.000 unit setiap tahun. Namun, sayangnya kamu hanya bisa memproduksi 250.000 unit saja setiap tahunnya.

Nah, dalam hal ini, kamu akan membayar biaya tetap yaitu sebesar Rp. 10.000.000 meskipun kamu hanya bisa memproduksi 250.000 unit saja dalam tahun tersebut. Karena biaya yang harus kamu keluarkan besarannya tetap dan tidak terpengaruh oleh output, maka ini termasuk ke dalam biaya tetap.

Contoh lain dari biaya tetap ini adalah seperti gaji karyawan, biaya sewa gedung, dan juga biaya cukai. Biaya-biaya yang disebutkan itu harus selalu perusahaan bayarkan meskipun perusahaan tidak memproduksi barang maupun jasa sama sekali.

Kemudian dalam proses penyusunan laporan keuangan, biaya tetap akan masuk ke dalam bagian pengeluaran tidak langsung. Biasanya hal ini bisa kamu lihat pada laporan laba rugi terkait dengan laba operasi dari sebuah perusahaan.

Pengertian Biaya Variabel

Jika sebelumnya kamu sudah memahami seperti apa pengertian dari biaya tetap, sekarang saatnya kamu mengetahui apa pengertian dari biaya variabel. Biaya variabel bisa kamu artikan sebagai sebuah pengeluaran yang besar kecilnya berubah-ubah yang perubahannya berbanding lurus dengan jumlah barang yang perusahaan produksi.

Biasanya, semakin banyak jumlah barang yang perusahaan produksi, maka akan semakin besar juga biaya variabel yang harus perusahaan itu keluarkan. Dengan begitu, besaran biaya variabel sendiri akan bisa kamu hitung seberapa besar dengan melakukan perkalian dari perubahaan jumlah barang yang perusahaan produksi, dengan biaya variabel per satuan dari produk tersebut.

Dalam dunia bisnis, biaya variabel merupakan suatu komponen yang memiliki peranan sangat penting dalam proses perhitungan total biaya serta mencari titik impas produksi yang juga sering kamu dengar dengan istilah BEP atau Break Even Point. Dalam hal ini, biaya variabel sendiri akan masuk ke dalam hitungan biaya marginal dari seluruh unit barang yang sudah perusahaan produksi pada saat itu.

Biaya marginal yang ada pada biaya variabel ini merupakan peningkatan biaya total secara tidak tetap yang berasal dari suatu unit hasil produksi perusahaan. Contohnya jika sebuah perusahaan memproduksi barang dengan jumlah 100 unit barang, maka besarnya biaya tambahan yang harus perusahaan keluarkan untuk meningkatkan hasil produksi agar bisa memproduksi 101 unit barang merupakan biaya marginal. 

Besaran dari seluruh biaya variabel sendiri merupakan biaya langsung. Artinya, biaya tersebut merupakan biaya yang dapat dengan mudah terkait dengan objek biaya tertentu. Selain itu, biasanya biaya variabel sendiri juga sering kali masuk sebagai biaya unit level karena besar kecilnya yang selalu bervariasi berdasarkan banyak sedikitnya jumlah hasil produksi dari perusahaan.


Manfaat Biaya Tetap dan Biaya Variabel

Sudah paham seperti apa pengertian dari kedua jenis biaya ini? Nah, setelah memahaminya, sekarang kamu juga perlu mengetahui manfaat dari keduanya. Simak pembahasannya berikut ini!

Manfaat Biaya Tetap

Pembahasan pertama ini akan membahas terkait manfaat dari biaya tetap. Nah, dalam hal ini terdapat beberapa manfaat dari biaya tetap yang harus kamu ketahui. Salah satunya adalah manfaatnya dalam berlangsungnya proses produksi dari perusahaan itu. Dengan membayarkan biaya tetap, maka perusahaan bisa terus beroperasi dan terus memproduksi produk milik mereka.

Selain itu, biaya tetap juga memiliki manfaat dalam menentukan apakah perusahaan sudah bisa balik modal atau belum. Biaya tetap yang perusahaan keluarkan secara rutin, bisa menjadi patokan dalam mengurangi pendapatan kotor agar bisa mendapatkan pendapatan bersihnya. Dengan begitu, perhitungan apakah sudah balik modal atau belum dari untung bersih yang perusahaan peroleh, bisa mereka lakukan dengan lebih mudah.

Biaya tetap juga berfungsi sebagai besaran untuk menentukan total biaya bersama dengan biaya variabel. Ini penting karena kedua biaya ini harus perusahaan perhitungkan agar mendapatkan biaya yang pas nantinya. 

Kemudian biaya tetap juga memiliki manfaat untuk menentukan pengadaan maupun pembaharuan terhadap alat produksi. Sebuah alat produksi tidak akan bisa perusahaan pakai untuk selamanya. Biasanya perlu dilakukan pembaharuan agar fungsi alat tersebut bisa terjaga. Untuk itu, dengan mempertimbangkan biaya tetap, perusahaan bisa menentukan apakah akan ada penggantian alat produksi atau tidak.

Kemudian biaya tetap juga bisa kamu gunakan untuk menentukan perolehan laba dalam jangka panjang. Disamping biaya variabel yang berguna untuk menghitung laba jangka pendek, biaya tetap berguna untuk menghitung keuntungan dalam waktu yang lama. Hal ini karena biasanya biaya tetap merupakan pengeluaran yang perusahaan bayarkan untuk efek berkepanjangan bagi perusahaan.

Manfaat Biaya Variabel

Setelah mengetahui manfaat dari biaya tetap, kamu juga harus mengetahui manfaat dari biaya variabel. Nah, salah satunya adalah berfungsi dalam menentukan perencanaan perolehan laba jangka pendek. Ini merupakan salah satu manfaatnya karena sangat penting dalam menghitung harga produk untuk perolehan laba nantinya.

Selain itu, biaya variabel juga memiliki manfaat dalam pengambilan keputusan untuk kepentingan jangka pendek serta pengendalian biaya operasional perusahaan yang sedang berjalan pada saat itu.


Perbedaaan Biaya Tetap dan Biaya Variabel

Nah, jika kamu masih kesulitan dalam membedakan kedua jenis biaya ini, simak pembahasan di bawah ini. Berikut ini terdapat beberapa perbedaan dari kedua biaya ini yang akan membantumu dalam membedakannya.  

Berdasarkan Waktu Terjadi

Jika melihat dari waktu yang terjadi, maka kamu bisa dengan mudah membedakan mana yang masuk ke dalam jenis biaya variabel dan mana yang masuk ke dalam jenis biaya tetap. Kamu hanya perlu memperhatikan masing-masing dari biaya tersebut.

Pada biaya tetap, biasanya kamu tidak akan mengeluarkan biaya itu secara rutin setiap hari. Biaya tetap merupakan biaya yang kamu keluarkan dalam periode waktu yang cukup lama. Biasanya perusahaan akan membayarkan jenis biaya yang satu ini dalam rentang waktu bulanan, tahunan, atau bahkan beberapa tahun sekali.

Nah, hal ini berbeda dengan biaya variabel. Biaya yang harus perusahaan keluarkan akan masuk ke dalam jenis biaya variabel apabila biaya tersebut selalu perusahaan bayarkan dalam rentang waktu yang singkat. Biasanya, perusahaan akan membayarkan biaya variabel ini dalam rentang waktu harian atau mingguan.

Berdasarkan Nominal Pembayaran

Selain dari waktunya, kamu juga bisa membedakan suatu biaya termasuk ke dalam biaya tetap atau biaya variabel berdasarkan nominalnya. Hal ini sebenarnya masih berkaitan dengan perbedaan waktu terjadi yang sudah ada pada pembahasan sebelumnya.

Dalam hal ini, biasanya biaya tetap memiliki besaran yang jauh lebih besar daripada biaya variabel. Hal ini sudah jelas terjadi karena rentang waktu pembayarannya sendiri yang juga harus dibayarkan dalam jangka panjang. Selain itu, biaya tetap juga harus tetap perusahaan bayarkan meskipun pada saat itu perusahaan tidak mendapatkan keuntungan sama sekali.

Berbeda halnya dengan biaya tetap, biaya variabel sendiri biasanya memiliki nominal yang jauh lebih kecil. Ini sangat wajar karena apabila terlalu besar nominalnya, maka biaya variabel akan sangat memberatkan karena periode pembayarannya yang sangat singkat.

Selain itu, besar kecil dari biaya variabel juga biasanya akan menyesuaikan dari kondisi keuangan perusahaan. Jadi, jika pada saat itu perusahaan sama sekali tidak mendapatkan keuntungan, maka biaya variabel tidak perlu perusahaan bayarkan karena perusahaan memang sedang tidak produktif pada saat itu.

Berdasarkan Hubungan Dengan Produksi

Kemudian perbedaan biaya tetap dan biaya variabel juga bisa kamu lihat berdasarkan hubungannya dengan jumlah barang yang perusahaan produksi. Ini sebenarnya menjadi perbedaan mendasar yang bisa dengan mudah kamu lihat saat ingin mencari tahu perbedaan kedua biaya ini.

Pada biaya tetap, biasanya besar kecilnya tidak akan berubah-ubah meskipun proses produksi barang terus mengalami perubahan dan tidak menentu setiap harinya. Ini karena biaya tetap sendiri tidak memiliki keterkaitan dalam proses produksi dari perusahaan itu. 

Sedangkan pada biaya variabel, besar kecilnya akan terus menyesuaikan dengan perubahan yang terjadi pada proses produksi. Proses produksi yang tidak menentu setiap hari membuat besaran biaya variabel terus berubah setiap harinya. Inilah mengapa biaya variabel sendiri akan mengalami perubahan dan nominalnya selalu tidak tetap.

Berdasarkan Pencatatan Akuntansi

Selanjutnya, kamu bisa melihat perbedaan dari biaya tetap dan biaya variabel dengan melihat proses pencatatan akuntansi perusahaan. Dalam menuliskan atau melaporkannya, terdapat beberapa perbedaan yang juga bisa dengan mudah kamu lihat dengan sekilas.

Biasanya, pihak perusahaan akan membuat laporan terkait biaya variabel menjadi bagian tersendiri. Hal ini bisa kamu jumpai dengan mudah pada perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur. Ini terjadi karena laporan terkait biaya variabel sendiri harus selalu keluar dalam jangka waktu singkat yaitu dalam waktu harian, mingguan, atau bahkan setiap bulan.

Nah, inilah yang membuatnya berbeda dengan biaya tetap. Pada biaya tetap, laporan semacam ini tidak harus keluar dalam jangka waktu yang singkat. Karena biaya tetap sendiri menggunakan rentang waktu yang lama dalam pembayarannya, maka laporan terkait biaya tetap juga keluar dalam jangka waktu yang lama juga. Bisa dalam sebulan sekali, setahun sekali, atau bahkan beberapa tahun sekali.

Berdasarkan Penentuan Harga

Terakhir, kamu bisa membedakan biaya mana yang termasuk ke dalam jenis biaya tetap dan mana yang termasuk biaya variabel dengan melihat penggunaannya dalam penentuan harga. Hal ini juga bisa kamu jadikan patokan dalam membedakan kedua jenis biaya ini.

Pada biaya tetap, biasanya sangat jarang perusahaan gunakan sebagai dasar untuk menentukan harga dari suatu produk. Meskipun nominalnya besar, biaya ini memiliki rentang waktu yang lama sehingga kurang relevan apabila perusahaan gunakan untuk menentukan harga produk. Selain itu, jumlah dari biaya tetap sendiri juga merupakan benchmark dasar biaya perusahaan pada saat aktivitas bisnisnya berada di tingkat 0.

Sedangkan untuk biaya variabel, biasanya perusahaan akan menjadikannya sebagai patokan atau dasar dalam penentuan harga dari suatu produk. Hal ini karena besar kecil biaya variabel yang berkaitan erat dengan jumlah produksi pada saat itu. Sehingga biaya variabel perlu diperhitungkan saat menentukan harga dari suatu produk.


Contoh Biaya Tetap dan Biaya Variabel

Untuk lebih memahami kedua jenis biaya ini, berikut ini terdapat beberapa contoh dari masing-masing biaya yang harus kamu ketahui. Simak selengkapnya!

Contoh Biaya Tetap

Sebelum membahas contoh dari biaya variabel, mari masuk ke pembahasan dari contoh biaya tetap terlebih dahulu. Seperti yang sudah ada pada pembahasan sebelumnya. Biaya tetap sendiri merupakan biaya dengan nominal besar yang biasanya perusahaan bayarkan dalam jangka waktu yang lama.

Inilah mengapa biaya yang masuk ke dalam biaya tetap ini biasanya merupakan biaya yang berkaitan dengan aset dari perusahaan tersebut. Contoh biaya tetap sendiri adalah biaya sewa gedung yang harus perusahaan bayarkan untuk menyewa suatu tempat bagi keberlangsungan perusahaan mereka.

Selain itu, juga terdapat biaya asuransi, pajak bumi dan bangunan, serta tagihan air dan listrik yang juga masuk ke dalam jenis biaya tetap dari sebuah perusahaan.

Contoh Biaya Variabel

Setelah memahami beberapa contoh biaya yang masuk ke dalam jenis biaya tetap, sekarang kamu juga harus memahami apa saja contoh biaya yang masuk ke dalam jenis biaya variabel. Biaya variabel ini merupakan biaya yang harus perusahaan keluarkan dalam rentang waktu singkat dan nominal yang berubah-ubah tergantung aktivitas produksi perusahaan.

Nah, salah satu contoh biaya variabel adalah biaya diluar biaya tetap seperti biaya bahan baku. Semakin banyak produksi yang kamu hasilkan, maka biaya bahan baku juga akan membesar. Ini membuat biaya bahan baku termasuk ke dalam biaya variabel karena besar kecilnya yang akan terpengaruh dengan banyaknya hasil produksi pada saat itu.

Selain itu, contoh biaya variabel yang lainnya adalah upah tenaga kerja langsung, biaya distribusi produk, komisi penjualan, dan juga biaya overhead.


Sudah Paham Mengenai Biaya Tetap dan Biaya Variabel?

Dengan mengetahui pengertian, manfaat, perbedaan dan juga contohnya, kamu bisa lebih memahami kedua jenis biaya ini. Hal ini tentunya bisa membuat kamu lebih mudah dalam membedakan biaya mana yang termasuk ke dalam biaya tetap dan biaya mana yang masuk ke dalam jenis biaya variabel.


Temukan berbagai informasi dan tips bisnis lainnya hanya di LokalSupportLokal.

Baca juga: 

Mimpinya kembangkan bisnis di pasar global
Kenyataannya masih kurang modal


Eits .. Jangan sedih!
KoinBisnis bisa kasih kamu pinjaman modal sampai dengan Rp. 2 Miliar

Simulasikan pinjamanmu sekarang!
Kalkulator Simulasi Pinjaman
Ketahui maksimum pinjaman dan cicilan per bulan
+62
Estimasi jumlah maksimum pinjaman

Rp

Estimasi cicilan bulanan
  • Tenor 6 bulan: Rp
  • Tenor 12 bulan: Rp
  • Tenor 24 bulan: Rp

Install aplikasi KoinWorks dan mulai ajukan pinjaman di KoinBisnis!

Ajukan Pinjaman Sekarang

Cek SKOR Kredit

Klik Gambar Dibawah!

Artikel Terpopuler

usaha-barbershop

Tips Sukses Memulai Usaha Barbershop

Tips Sukses Memulai Usaha Barbershop - Ingin memulai bisnis barbershop namun bingung mulai dari mana? Usaha barbershop (pangkas rambut) memang berkembang cukup pesat terutama...
usaha bengkel mobil

Tertarik Usaha Bengkel Mobil? Ini Estimasi Modal dan Tips Suksesnya

Indonesia merupakan salah satu negara yang dikenal dengan tingginya jumlah pengguna mobil. Hal ini pun terlihat dari padatnya ruas jalan di kota-kota besar—yang dipenuhi oleh...
bisnis sambal kemasan

Alasan Untuk Segera Memulai Bisnis Sambal Kemasan

Alasan Untuk Segera Memulai Bisnis Sambal Kemasan - Sambal masih menjadi primadona yang identik dengan kebanyakan santapan khas Indonesia. Rasanya yang pedas dan lezat menambah...
Simply Fresh Laundry

Simple, Ini Cara Raih Untung dengan Bisnis Waralaba Simply Fresh Laundry!

Bagi kamu yang pernah tinggal di kawasan pemukiman dan daerah kampus di Yogyakarta, pasti sudah tidak asing dengan brand Simply Fresh Laundry. Berawal dari usaha...
cara memilih supplier usaha kuliner

7 Tips Mencari Supplier yang Tepat Untuk Usaha Kuliner Kamu

Peluang usaha kuliner semakin bersinar di tahun 2021. Meski di tengah pandemi corona, usaha kuliner tidak terlalu terkena dampak ekonomi yang menurun. Sebaliknya, justru semakin banyak keuntungan bisnis yang...

Artikel Terkait