Tips Berjualan Merchandise K-Pop, Makin Laris di 2021!

Survey yang digelar oleh Kemetrian Budaya, Olahraga, dan Pariwisata Korea di tahun 2020 menyebutkan bahwa perempuan Asia di rentang usia 20-30an adalah konsumen terbesar produk-produk Korea Selatan.

Sebanyak 8500 survey disebar ke 18 negara dan hasilnya ada peningkatan konsumsi produk Korsel selama krisis pandemi berlangsung.

Konsumen utama Hallyu (Korean Wave) adalah perempuan usia 29-31 tahun yang rela menghabiskan waktu dan biaya untuk menonton drama, variety shows, film, buku, produk kecantikan dan makanan.

Sementara itu, konsumen laki-laki unggul dalam hal konsumsi game.

Hal ini juga terjadi di Indonesia lho. Segala hal yang berbau korea semakin ramai diperbincangkan saat masyarakat banyak menghabiskan waktunya di rumah.

Terbukti jika ada booming drama korea baru, maka warganet akan ramai membicarakannya.

Seperti saat drama Start Up mengudara dan memecah warganet menjadi team Ji-Pyeong dan team Do San, cukup banyak yang memanfaatkan momentum ini sebagai strategi marketing untuk menarik konsumen.

Begitu pun dengan penggemar yang menunggu lagu-lagu baru dari para artis K-Pop.

Meski tidak bisa menghadiri konser, penggemar hallyu masih sangat antusias untuk streaming video online, membeli merch, hingga menonton konser online.

Basis fans K-Pop yang loyal ini bisa jadi peluang menggiurkan untuk meraih profit lho.

Selain bisnis K-Popers seperti menjual makanan ala Korea, membuat tur, atau jual-beli tiket konser, kamu bisa mendulang untung dari berjualan merchandise K-Pop.

Meski harganya tak murah, fans loyal umumnya rela menabung untuk memiliki merchandise K-Pop idaman.

Barang yang kerap diburu antara lain album, light stick, poster, postcard,foto, kalender, atau photobook.

Apalagi kalau kamu berjualan merchandise K-Pop limited edition, bisa jadi kamu akan meriah untung berkali lipat.

Sebelum terjun menjadi penjual merchandise K-Pop, ada beberapa hal yang harus kamu siapkan nih!


1. Paham Barang yang Dijual

Mau bisnis merchandise K-Pop tapi nggak bisa membedakan mana lightstick mahkota punya Big Bang dan lightstick WinnerNo way!

Ingat, kamu berjualan merchandise K-Pop ke basis fans loyal yang hapal nama idol, lirik lagu, horoskop, bahkan mungkin sejarah dia sejak jadi trainee hingga sekarang.

Dia pun berharap bisa berbagi kesenangannya denganmu.

Jadi kalau salah sebut bisa-bisa konsumen merasa tidak dihargai.

Tips berjualan merchandise K-Pop yang harus kamu punya adalah kepedulian untuk mencari tahu.

Tidak perlu menghapal semua nama anggota boy/girl group dari berbagai generasi Hallyu. Cukup kamu paham tentang item yang kamu jual.

Punya pengetahuan seperti ini juga bakal bikin konsumen kamu merasa spesial saat berbagi kesenangan dan hobinya.


2. Mengadakan Giveaway

Cara cepat agar akun berjualan merchandise K-Pop kamu naik pamor adalah dengan sering-sering mengadakan giveaway atau quiz sebagai strategi media sosial.

Menariknya, fans loyal kadang tidak selalu mencari barang gratisan, tapi sensasi menang saat membuktikan besarnya antusiasme mereka.

Misalnya kamu bisa membuat quiz super detail sehingga hanya fans yang benar-benar memperhatikan idolnya yang paham.

Pertanyaan seperti, “Siapa nama anjing peliharaan si XX?” tentu akan lebih menarik daripada sekedar berbagi merchandise K-Pop dengan like dan follow saja.

Giveaway dan quiz juga bisa merekatkan hubungan antara penjual dan pembeli di akunmu lho.


3. Bangun Komunitas

Tips berjualan merchandise kpop paling jitu adalah dengan ambil keuntungan dari sesama K-Popers!

Seringkali mereka yang paling tahu berapa harga yang harus dibayar untuk sebuah album, gelang, atau kartu foto.

Saking cintanya dengan idol, mereka juga kerap membeli dengan harga berkali lipat tanpa nego.

Entah untuk koleksi pribadi atau dijual kembali. Yup, merchandise K-Pop pun bisa jadi sebuah investasi di kalangan penggemar setianya lho.

Masuk ke dalam komunitas atau membangun sendiri komunitas pecinta K-Pop tentu juga berpengaruh besar untuk bisnismu.

Semakin banyaknya barang palsu membuat konsumen ragu untuk membeli merchandise K-Pop.

Kamu perlu membangun kepercayaan di komunitas itu dan membuat branding bisnis yang oke agar produkmu diakui keasliannya.

Banyaknya saingan dalam berjualan merchandise kpop membuat penjual harus tampil jujur agar banyak testimoni positif.


4. Produksi Sendiri

Rata-rata penjual merchandise K-Pop menggunakan sistem PO (Pre-order) yang mana barang harus dipesan dahulu dari luar negeri dan prosesnya memakan waktu 1 atau 2 minggu.

Tentu saja ongkos kirim cukup mahal jika hanya membeli beberapa produk. Oleh karena itu, kamu harus punya modal usaha yang cukup untuk membeli banyak barang sekaligus.

Belum lagi potensi kerugian jika ada hambatan seperti produk cacat atau terkendala bea cukai.

Selain album atau lightstick yang memang harus impor dari Korea Selatan, sebenarnya ada beberapa merchandise K-Pop yang bisa kamu produksi sendiri lho.

Misalnya saja berjualan merchandise kpop berupa kaos, totetbag, gantungan kuncing, cangkir, secara digital printing.

Kamu pun bisa mengajak ilustrator atau berkreasi sendiri membuat merchandise hand-made. Tapi jangan plagiasi merchandise ori ya!

Tips berjualan merchandise kpop lainnya adalah memiliki sikap tekun, konsisten, dan update pengetahuan tentang dunia K-Pop agar bisa terus related dengan para penggemar.

Ingin berjualan merch tapi terkendala modal? Kini kamu bisa mengajukan pinjaman melalui produk KoinBisnis dari KoinWorks.

Syarat dan prosesnya pun sangat cepat. mudah, dan tentunya aman karena suka diawasi oleh OJK.

Kamu bisa mendapatkan pinjaman modal usaha sampai dengan Rp2 Miliar dengan bunga pinjaman yang sangat rendah yaitu mulai dari 0,75% per bulan.

Lumayan banget kan modalnya untuk menambah suplai merchandise K-Pop? Selamat mencoba!